Jumat, 24 Februari 2017

Hoop Art Edisi Rose

Ketika ruangan di rumah menjadi lebih cantik karena penataan seperti yang diinginkan, tentunya akan membuat semakin betah di rumah.Ada banyak cara untuk menata dan mempercantik ruang, diantaranya dengan memasang hoop art di dinding.

Hoop art adalah sebuah karya seni menggunakan pemidangan sebagai figuranya. Hoop art bisa dengan menghadirkan sulam pita, sulam benang, aplikasi katun atau jenis karya seni lainnya. Dengan hoop art, maka akan bisa langsung ditempel di dinding pada paku ukuran kecil, jadi tidak perlu mengeluarkan budget lagi untuk membeli figura.



Sulam pita adalah bentuk karya seni yang saya pilih untuk hoop art. Liukan pitanya menimbulkan pesona tersendiri. Mawar saya pilih karena masih mewakili kemewahan bentuk. Serasa lebih memberi pesona dan hmm.. susah juga ya untuk mengatakannya.

Sudah lama saya ingin mewujudkannya, dari awal mencoba sulam pita besar beberapa tahun lalu. Nampaknya memang baru kali ini bisa terwujud, karena memerlukan waktu untuk melemaskan jari di bidang sulam pita.

Hope u like it.


Jumat, 10 Februari 2017

KOPDAR SEBAGAI ME TIME PARA IBU





            Tugas ibu yang utama adalah focus pada menjaga  bentengnya dan keluarga yang ada didalamnya. Rutinitas seperti mengasuh anak, memasak, membersihkan rumah adalah hal rutin dilakukan. Bagi yang berprofesi sebagai wanita karier pun, tetap memiliki tugas yang sama hanya saja, akan didelegasikan pada asistennya.
            Rutinitas rumah tangga memang hal yang terkadang memerangkap para ibu, karena melakukan hal yang sama dan diulang-ulang. Beberapa ibu akan merasakan kejenuhan apalagi jika ada potensi dirinya yang tidak tersalurkan. Untuk menghilangkan kejenuhan itu, membutuhkan me time.
            Kopdar atau kopi darat adalah sebuah event yang dikonsep untuk mempertemukan para ibu agar dapat saling mengenal, berbagi manfaat dan belajar hal baru. Dengan demikian apa yang ada dalam benaknya, potensinya dan keinginannya akan dapat dikeluarkan seiring dengan mencairnya suasana dan tema yang sesuai.
            IIDB dan IIDN, sebagai komunitas yang beranggotakan para ibu, kini dinaungi oleh komunitas Emak Pintar, pada tanggal 5 Februari 2017 mengadakan kopdar. Tema yang diusung adalah menulis artikel dari nol, yang dibawakan oleh Ari Kurnia. Kopdar ini berlokasi di Bakso D Boss, Jalan Maulana Yusuf no 17, Tangerang. Alasan pemilihan lokasi adalah lokasi yang mudah dijangkau dari berbagai arah sehingga diharapkan para peserta tidak mengalami kesulitan menuju tempat kopdar. Disamping itu, tersedia meeting room yang memadai untuk kopdar bermateri menulis seperti ini.



            Acara berlangsung dari jam 1 siang hingga jam 4 sore. Materi dasar yang disampaikan dengan gaya sharing serta komunikasi dua arah cukup menghidupkan suasana dan membangun keingin tahuan peserta, serta membangunkan peserta bahwa mereka pada dasarnya bisa menulis artikel dan betapa banyak pengalaman peserta yang bisa dijadikan  bahan artikel.
            Dua lembar kertas yang memancing peserta untuk menulis pun menjadi bagian dari kopdar ini. Suasananya benar-benar khusuk, berkonsentrasi, mengingatkan jaman ujian di sekolah. Dan hasilnya dapat terbaca bagaimana mereka sebenarnya, potensi apa yang terpendam dan apa yang diimpikan.
            Dalam kopdar tersebut, terbersit keinginan peserta untuk membuat buku bersama. Semoga dimudahkan.
           

TAMAN SAMPING RUMAH





            Taman samping rumah ini begitu berkesan buat saya, kenapa? Karena taman ini kolaborasi dengan buah hati.

            Siang itu, Adek pulang membawa PR keterampilan tangan yang masih setengah jadi. Sebuah rumah dari kardus bekas yang telah di cat dan ditempel dengan kertas origami. Disamping rumah terdapat halaman yang cukup luas dan lingkaran berwarna biru yang katanya adalah kolam ikan.

            Wuih, sang mama senang sekali melihatnya. Girang. Karena bakal dapat mainan dan berkreasi dengan anak. Tapi saya tidak ingin turut campur dalam pembuatannya, sekedar memberi saran.

            Tahap awal, Adek membuat pagar yang mengelilingi rumah. Pagar ini dari sumpit kayu yang dibelah menggunakan pisau dan dipatahkan. Disusun menyerupai pagar dengan menggunakan lem tembak.

            Selanjutnya memikirkan bagaimana membuat taman. Mikir dan mikir.. Aha.. keingatan punya akuarium kosong yang ada batu-batuan dan tanaman plastic. Dipasanglah tanaman plastic dan batu-batuan tersebut untuk kolam dan jalan setapak.





            Terus, apa lagi ya?

            Keidean untuk memberinya lampu. Lampu ini memang sudah ada, dan memang asli bikinan Adek. Dipasanglah lampu ini dibawah atap, menyinari taman samping rumah. Baterainya disembunyikan di dalam rumah.

            Done. Jadi dan suka banget dengan karya ini. Apalagi kalau lampu ruangan digelapin, lampu mini dinyalain, berasa di desa yang suepiii…