Kamis, 25 September 2014

BEKERJA SAMBIL BERBISNIS ?



  
Maraknya kesempatan dan banyaknya ilmu berbisnis kerap membuat para karyawan galau. Ada sebuah gelitik di hati yang menanyakan, benarkah pilihanku ? Inikah tujuanku? Sesuai passion-kukah?
bros sulam pita.. punya pasar tersendiri
Apalagi ritme teratur yang bisa jadi menawarkan rasa jenuh, bisa menjadi pertimbangan kuat untuk mencoba berbisnis. Sehingga banyak yang mengajukan resign untuk mengurus bisnis yang nanti akan dijalaninya.

Sebuah pilihan memang dan sebuah pilihan akan memberi hasil yang baik pula jika ditekuni.

anak kenari.. jika 250 rb/ekor maka...
Sebenarnya, berbisnis sambil bekerja bisa dilakukan. Kemudahan yang ditawarkan era sekarang bisa sangat meringankan beberapa tugas yang nampaknya berat. Tengoklah kecanggihan internet yang bisa membantu dalam tugas marketing. Cukup membayar iuran internet maka bisa memasarkannya melalui berbagai media social, dan fasilitas bisnis lainnya di internet. Bahkan membentuk komunitas pun bisa dilakukan dengan internet yang tentu saja akan membawa efek positif pada bisnis yang dijalankan.
Asalkan ada produk yang dijual, bisnis bisa berjalan. Produk itu bisa berupa barang yang di-supply dari pihak lain atau diproduksi sendiri. Tehnik berproduksi ini juga bisa dijalankan sembari bekerja. Tinggal mengatur waktu sedemikian rupa agar semua yang menjadi tanggung jawabnya bisa tercover.
Misalnya peternak burung kenari. Ternyata bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Tidak banyak lahan yang diperlukan, karena sangkar bisa ditumpuk dan digantung yang penting sirkulasi udara cukup. Dalam merawatnya pun memerlukan waktu sekitar 2 jam per hari untuk 50 burung.
Dan satu lagi, jika memang bisnis ini sesuai passion dan merupakan hobby, bisa menjadi sebuah hiburan saat jenuh bekerja.
Wanna try?

Kapan Sebaiknya Membeli Rumah ?





            Rumah  adalah tempat bernaung bagi sebuah keluarga. Tempat mereka bertemu ketika penat menyerang dan ketika jiwa ingin disapa. Tempat untuk menaungi raga ketika panas menyengat dan dinginnya air hujan menggigit. Serta tempat tumbuh dan berkembangnya anggota  keluarga dalam sebuah kenyamanan dan kehangatan.
            Banyak orang bertanya, kapan sebaiknya membeli rumah?
Membeli rumah  memang 
ready stock. hub email a.kurnia@ymail.com
bukan perkara mudah namun juga bukan perkara sulit jika memang sudah diniatkan. Beberapa hal ini semoga bisa menjadi perenungan untuk menentukan waktu yang tepat membeli rumah :
a.      Mengontrak rumah
Untuk mengontrak rumah, harga bervariasi, sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan. Fasilitas tersebut tergantung dari ukuran bangunan, luas tanah, lokasi, kualitas bangunan dan fasilitas tambahan lainnya seperti furniture.
Biaya yang dikeluarkan untuk mengontrak rumah berkisar 5 hingga 50 juta per tahun. Dan biaya tersebut akan naik setiap tahunnya.
b.      Harga property
Harga property memiliki kecenderungan naik. Mengingat jumlah penduduk terus bertambah dan setiap penduduk menginginkan rumah tinggal. Jumlah hunian yang terbatas sementara permintaan terus melaju, membuat harga hunian (rumah) terus membumbung.
Jika menunggu sekian tahun untuk memiliki rumah, maka harga rumah tidak mau menunggu. Mereka terus berlari.
c.       Belum mantap akan lokasi
Memang bagi beberapa orang, khususnya pendatang, memiliki rumah di tanah rantau merupakan sebuah keharusan namun jika belum sreg dan ikhlas berada di tanah rantau maka akan menunda membeli rumah di lokasi tersebut.
Padahal jika dilihat dari sisi investasi, tidak ada ruginya membeli rumah selama dia dalam posisi strategis dan aman dari segi legalitas
d.      Anak-anak tumbuh dan berkembang
Anak-anak memerlukan hunian yang hangat dan nyaman untuk mendampingi proses tumbuh kembangnya. Akan lebih baik jika mereka berada di rumah sendiri karena lebih leluasa dalam perawatan dan jika ada keinginan untuk memodifikasinya.
B-7 residence, strategis tengah kota Tangerang

Semoga haL tersebut bisa menjadi perenungan untuk memantapkan diri dan menentukan kapan untuk membeli rumah.

Rabu, 24 September 2014

ME TIME-nya Para Ibu



             Membangunkan anak, menyiapkan sarapan, merapikan rumah, merawat taman, berbelanja hingga mengantar anak ke gerbang sekolah adalah rutinitas para ibu yang umum terjadi. Dari langit masih gelap hingga terang benderang. Terkadang kecepatan tangan berpacu dengan kecepatan emosi.
tempat facial

            Ketika mengantar anak ke sekolah pun, guratan lelah dan ketegangan terlihat jelas di wajah. Pada  umumnya, para ibu mengantar anak dengan mengendarai sepeda motor. Sebuah kondisi yang membutuhkan konsentrasi ke jalan sambil tetap memberi perhatian pada anak yang dibonceng agar tetap dalam posisi nyaman dan aman.  Selepas itu, serentetan kewajiban lain  masih mengular di belakang. Hal ini membuat seorang ibu mengalami kelelahan baik fisik maupun psikologis.
Sebagai manusia biasa, seorang ibu memerlukan waktu untuk rileks, melepas semua kepenatan, dan tenggelam dalam me time.  Walau hanya sejenak. Mungkin 4 jam per minggu, jika dilakukan dengan rileks akan membuat badan lebih segar  dan mendatangkan ide brilian lain yang bisa meningkatkan produktivitas.  
Salah satu cara untuk melepas penat adalah dengan melakukan perawatan di salon dan spa. Menu perawatan yang tersedia pada umumnya berupa facial, totok wajah, ear candle, pijat, spa untuk ibu hamil, spa untuk ibu nifas, hair spa, hair mask, gunting dan cuci rambut, message dan hand –foot spa.
Peralatan facial
Dari banyaknya pilihan itu, tentunya bisa dipilih perawatan berdasarkan kondisi fisik sang ibu. Misalnya untuk kulit muka yang telah lama tidak dirawat, dibersihkan, atau pun dimasker maka pilihannya adalah facial dan totok wajah. Karena dengan facial dan totok wajah, kotoran yang menumpuk, komedo dan jerawat dapat dibersihkan. Kulit pun menjadi lebih lembap dan lebih cerah. Selain itu tehnik totok wajah mampu melancarkan peredaran darah dan membuat wajah lebih berseri-seri serta enak dipandang.
Tidak lama untuk melakukan perawatan ini. Kurang lebih 1 jam. Ketika melakukan facial dan totok wajah, buatlah agar pikiran terlepas dari beban berat. Tempatkan pikiran dalam sebuah dimensi yang tenang dan teduh. Dengan kondisi tersebut maka pijatan pada wajah akan lebih terasa dan efektif. Rileks dan nyaman akan terasa di kulit wajah dan akan mengimbas pada seluruh badan.
Salah satu tempat untuk menikmati facial dan totok wajah adalah Salon Latifa. Salon khusus untuk wanita. Lokasinya mudah dijangkau, di Taman Royal 1 dan 3, Cipondoh, Tangerang. Tepatnya di Ruko Fortune no. 5. Tidak sulit mencarinya, patokan “sebelum pom bensin Taman Royal” cukup membantu.

Selasa, 23 September 2014

Akhirnya, kutemukan juga…..





Hari Minggu, 21 September 2014. Di kalender sudah aku bulatin jauh-jauh hari. Di handphone pun sudah di-reminder. Seakan tidak ingin melewatkan hari itu. Tepatnya jam 2 siang. Aku tidak mau melewatkan schedule ini karena ada segunung rasa penasaran dan keinginan yang ingin segera dijawab.
Begini ceritanya, aku bukanlah orang yang gampang melangkahkan kaki ke salon and spa. Rasanya berat banget dan menempati skala prioritas yang di bawah. Padahal ada keinginan namun keinginan itu kalah oleh sederetan pertanyaan tentang kenyamanan yang disajikan, privasi, dan jasa yang diberikan. Namun salon and spa yang satu ini menurutku berbeda. Milik teman sendiri, mbak Vera Wati, sesama anggota Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB) https://www.facebook.com/groups/202581243097217/ yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Latifa nama salonnya. Latifa, Moslema & Baby Salon Spa.
Kebiasaanku, ketika mau melangkah aku mencari info terlebih dahulu.  Mulailah aku chit chat dengan mbak Vera Wati https://www.facebook.com/verawati.latifa?fref=ts . Terkesan calon konsumen yang bawel deh. (Maaf ya mbak Vera ^^). Tapi semua pertanyaanku dijawab dengan sabar. Akhirnya setelah panjang bingits chit chat-nya, aku memutuskan ke sana pada tanggal tersebut. Bareng korwil IIDB Tangerang Raya, mbak Pegiani.
Clean and natural
Kesan ketika melangkah ke Latifa, Moslema & Baby Salon Spa adalah rasa nyaman dan percaya. Pegawainya santun dengan mengenakan busana muslim syar’ie. Lokasi salon di lantai 2 ditata dengan natural mengguna sekat dari bambu. 

Karena sudah reservasi terlebih dahulu maka aku dan mbak Pegi langsung ditangani. Bulan September, promo berupa diskon 30%. Hmm.. lumayan menghemat uang belanja (cara berpikir ibu-ibu).
Aku dan mbak Pegi pun memilih paket perawatan yang tersedia. Produk yang dipakai cukup bagus dan sesuai harga perawatan yang tertera. Pelayanan juga memuaskan dan tidak asal-asalan. Aku dan mbak Pegi sama-sama merasa puas dan tercapai tujuan ke Latifa ini.
Well, sepertinya aku sudah menemukan tempat yang nyaman untuk “memanjakan” diri. Tidak perlu khawatir lagi tentang kenyamanan, privasi dan kualitas pelayanan.  Karena pelayanannya dilakukan dengan hati. Dan sesuatu yang dilakukan dengan hati, lebih terasa hasilnya.