Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2016

Sarapan Kilat tapi Sehat



Kebayang ga sih Bund? Rempongnya pagi hari ketika nyiapin anak berangkat sekolah? Dalam waktu yang sempit kudu nyelesain banyak hal. 

Ya sarapan,
 ya ngantar sekolah,
 ya bebenah,
ya ke pasar.. 

Tapi ga perlu khawatir untuk urusan sarapan, karena… ada SAMBEL PECEL LUMPANG MAS yang siap menemani membuat sarapan kilat namun sehat. 

Ya iyalah, kan tinggal ngasih air, diaduk, jadi deh sambelnya. Terus, ibu merebus air di panci dan taruh sayuran di dalamnya. Jangan lama-lama, seperlunya saja agar vitaminnya masih bermanfaat, juga seratnya. Buang air rebusannya dan hidangkan bareng sambel pecel.

Temannya? Bisa dengan kerupuk, tempe goreng ataupun peyek.


Info pemesanan :
Ari
WA 0812 1010 1185


Kamis, 26 November 2015

TAMAN KELINCI, FLOATING MARKET, LEMBANG, BANDUNG






Sebuah kesan memang membuat rasa yang berbeda di hati. Demikian pula dengan Floating Market, rasanya masih seperti kemarin berkunjung disana. Pasukan ibu-ibu yang tergabung dalam IIDB (Ibu-Ibu Doyan Bisnis) yang membawa anak-anak juga beberapa mengajak suami untuk berkumpul di Lembang. Mengingat para anggota komunitas ini tersebar di Tangerang, Bandung, Bekasi, Tangerang Selatan namun ingin bertemu dalam suasana yang berbeda. Setelah berbulan-bulan berhubungan via on line melalui grup facebook.
Anak berinteraksi langsung dengan kelinci
Salah satu sudut Floating Market yang menarik adalah Taman Kelinci. Sesuai dengan namanya, taman kelinci merupakan tempat kelinci tinggal. Dipagari sedemikian rupa agar kelinci tidak kabur juga agar pengunjung membeli tiket untuk masuk, hehehe…. Tiket yang dibandrol seharga Rp. 20.000 per orang. Anak-anak juga membayar harga yang sama.
Dalam Taman Kelinci, terdapat rumah kelinci yang rata-rata terbuat dari kayu. Kelinci pun ada yang dilepas dan  ada yang dikandang. Hal ini agar mereka bergantian mendapat makanan dari pegunjung yang berupa wortel segar. Setelah kloter pertama dikeluarkan, diberi makan oleh pengunjung, merasa cukup kenyang maka tak lama kemudian, kloter berikutnya bisa dikeluarkan.
Rombongan kami cukup beruntung karena saat kami masuk, kelinci tersebut dalam kondisi lapar. Sehingga mereka menyantap wortel dengan lahap dan mengikuti arah wortel yang diacung-acungkan oleh pengunjung. Wahana ini cukup mengedukasi, karena anak kecil bisa menyentuh kelinci secara langsung, menggendongnya, mengelusnya dan mengamati dari dekat.
Bagi anak yang sudah bisa dilepas, orang tua bisa mengamati dari luar pagar sedangkan bagi yang masih perlu dituntun dan dibawah 3 tahun, sebaiknya ditemani agar maksimal edukasinya serta lebih aman.
Saat rombonga kami masuk, 1 orang dewasa ikut masuk ke dalam, Trance sebagai wakil dari orang dewasa. Mengasuh kurang lebih 6 anak yang mengejar-ngejar kelinci sambil tertawa ceria. Seolah lupa kalau PR di tas sekolah menunggu mereka untuk dikerjakan.
Pemandangan cukup menarik ketika melihat kelinci yang berlagak cuek ketika diacungi wortel oleh pengunjung cilik. Rupanya… kelinci tersebut kekenyangan….
Semoga Anda bisa mengunjungi tempat mempesona ini.

Selasa, 30 September 2014

MEMILIH LOKASI BISNIS






Bagaimana memilih lokasi bisnis yang bisa mengenalkan produk pada khalayak ? Tentunya hal ini menjadi pertimbangan yang cukup mendalam bagi mereka yang mulai menjalankan roda bisnisnya. Banyak yang membayangkan bahwa lokasi strategis tentunya memerlukan budget yang tinggi, padahal tidak selalu lho. Semoga, sedikit masukan ini bisa memberi solusi :
a.      Sesuaikan dengan produk
Produk bisa berupa barang atau jasa. Ada produk yang bisa didisplay di rumah, di ruko berukuran kecil, ruko berukuran besar atau bahkan bisa dengan membuat katalog , tentunya bagi produk pre order.
b.     Kesiapan SDM
Sebuah tempat usaha tentunya memerlukan staf atau pelayan untuk memberi service pada konsumen. Perlu melihat seberapa siap staf atau pelayan yang diplotkan di tempat bisnis tersebut. Jika sudah ada dan siap, maka bisa memilih lokasi bisnis yang menantang.
c.       Besarnya modal
Modal setiap pebisnis tentunya berbeda. Perlu dipikirkan berapa alokasi dana untuk membeli atau menyewa tempat bisnis tersebut. Karena semakin strategis akan semakin mahal.
d.     Memahami siapa konsumennya
Untuk barang-barang mewah, pada umumnya dipasarkan di tempat yang berkesan mewah. Misal mall kelas menengah ke atas. Namun untuk barang-barang menengah ke bawah, bisa dipilih pasar, mall yang lebih merakyat dan ruko-ruko di pinggir jalan yang mendekati konsumen yang dibidik.
e.      Cara pemasaran
Pemasaran bisa dilakukan secara online dan off line. Jika secara off line, tentu saja tempat dipilih yang mudah dijangkau oleh konsumen namun jika secara online, tempat bisa “tersembunyi” dalam arti tidak perlu strategis untuk dijangkau, yang penting produk tersedia.

Salah satu contoh dalam memilih lokasi usaha adalah Salon Latifa. Keputusan Vera Wati untuk memilih lokasi di Taman Royal, tepatnya di Ruko Fortune no 5, Cipondoh, Tangerang karena ingin mendekatkan diri pada konsumen. Sehingga diharapkan perputaran bisnisnya akan cepat.
Jalan raya yang dilalui banyak pengguna jalan, tempat parkir yang luas serta berbagai jenis tempat kuliner yang ada disekitarnya turut menjadi pertimbangannya. Sehingga apabila ada konsumen yang ingin memesan makanan, tidak perlu jauh-jauh memesan. Bahkan jika ada bapak-bapak yang mengantar istrinya ke salon muslimah tersebut, bisa sambil menunggu di tempat kuliner tersebut.

Selasa, 23 September 2014

Akhirnya, kutemukan juga…..





Hari Minggu, 21 September 2014. Di kalender sudah aku bulatin jauh-jauh hari. Di handphone pun sudah di-reminder. Seakan tidak ingin melewatkan hari itu. Tepatnya jam 2 siang. Aku tidak mau melewatkan schedule ini karena ada segunung rasa penasaran dan keinginan yang ingin segera dijawab.
Begini ceritanya, aku bukanlah orang yang gampang melangkahkan kaki ke salon and spa. Rasanya berat banget dan menempati skala prioritas yang di bawah. Padahal ada keinginan namun keinginan itu kalah oleh sederetan pertanyaan tentang kenyamanan yang disajikan, privasi, dan jasa yang diberikan. Namun salon and spa yang satu ini menurutku berbeda. Milik teman sendiri, mbak Vera Wati, sesama anggota Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB) https://www.facebook.com/groups/202581243097217/ yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Latifa nama salonnya. Latifa, Moslema & Baby Salon Spa.
Kebiasaanku, ketika mau melangkah aku mencari info terlebih dahulu.  Mulailah aku chit chat dengan mbak Vera Wati https://www.facebook.com/verawati.latifa?fref=ts . Terkesan calon konsumen yang bawel deh. (Maaf ya mbak Vera ^^). Tapi semua pertanyaanku dijawab dengan sabar. Akhirnya setelah panjang bingits chit chat-nya, aku memutuskan ke sana pada tanggal tersebut. Bareng korwil IIDB Tangerang Raya, mbak Pegiani.
Clean and natural
Kesan ketika melangkah ke Latifa, Moslema & Baby Salon Spa adalah rasa nyaman dan percaya. Pegawainya santun dengan mengenakan busana muslim syar’ie. Lokasi salon di lantai 2 ditata dengan natural mengguna sekat dari bambu. 

Karena sudah reservasi terlebih dahulu maka aku dan mbak Pegi langsung ditangani. Bulan September, promo berupa diskon 30%. Hmm.. lumayan menghemat uang belanja (cara berpikir ibu-ibu).
Aku dan mbak Pegi pun memilih paket perawatan yang tersedia. Produk yang dipakai cukup bagus dan sesuai harga perawatan yang tertera. Pelayanan juga memuaskan dan tidak asal-asalan. Aku dan mbak Pegi sama-sama merasa puas dan tercapai tujuan ke Latifa ini.
Well, sepertinya aku sudah menemukan tempat yang nyaman untuk “memanjakan” diri. Tidak perlu khawatir lagi tentang kenyamanan, privasi dan kualitas pelayanan.  Karena pelayanannya dilakukan dengan hati. Dan sesuatu yang dilakukan dengan hati, lebih terasa hasilnya.

Selasa, 01 April 2014

Sulam Benang IIDB

    Minggu siang, 23 Maret 2014. Yes, it's me time.
Waktunya berkumpul dengan teman-teman dari Ibu-Ibu Doyan Bisnis/IIDB di Learning Longue,  WTC Matahari, Serpong, Tangerang Selatan. Pojok belajar plus perpustakaan yang dimanajemeni oleh mbak Dewi Hughes. Tempatnya keren, nyaman, bersih dan letaknya strategis di Jalan Raya Serpong, Tangerang. So, teman-teman dari arah Jakarta, Tangerang dan Tangerang Selatan gampang banget ngejangkaunya

Peserta yang hadir diantaranya :
1. teman crafter yang serba bisa, bisa anggun tapi bisa perkasa, Roza Rianita/Ocha dari Bintaro
2. A Naomi, crafter dengan desain elegan dan  material pilihan
3. Pegiani, bisnisnya aksesories yang datang bersama Hanni, putri cantik yang sukses membuatnya tidak berpindah dari pojok ruang.
4. Trance, pakarnya desain grafis dari IIDB
5. Indriani, pebisnis baju syar'ie dan LM
6. Nimas, desainer muda yang karyanya sering jadi juara
7. peserta hebat lainnya yang tentu saja memiliki kelebihan di bidangnya masing-masing

Pamer karya and penutupan event
    Biasalah, jam 11 kita kumpul, Cipika cipiki dan say helo.. kenalan bagi peserta baru and lunch at 12.00 (menu nasi bakar ayam telur yang super lezat dan ngangeni, minumnya aqua botol yang dikasih nama biar ga ketuker-tuker wkwkwk) disambung sholat. Setelah itu, baru fokus belajar. Kalau ga gitu, belajar ga akan fokus coz sulam benang kalau sudah megang jarum, susah bergerak dari posisi wuenak.

     Kit dari mbak Soffi Embroidery  pun dibagi. Tapi ga boleh nyulam pakai benang dari kita , kata mbak Soffi, pasti berantakan. Jadinya nyulam pakai benang punya mbak Soffi. Mulailah sulam menyulam. mengingatkan masa SD dan SMP duluuu.. sulam menyulam 'kan masuk pelajaran keterampilan.

     Sulam benang pun dimulai. Mbak Soffi yang sabar dan baik hati mulai berkeliling menjelaskan. Benang mulai dimasukkan jarum dengan bantuan mata nenek yang sering putus. Walau sudah putus, tapi masih berguna walau dipaksa-paksain. daripada masukin benangnya susah dan ga jadi nyulam. Bullion dan keranjang jadi sudah. bikin tangkai dan daun. dan kelarrrrrrrrrrrrrrrr.

Penyerahan Buku Cerita Rakyat India
in progress...

     Fiuuh, rasa penasaran akan cara menyulam terbayar sudah. Psst sebelum acara tadi, aku sempat beli buku menyulam benang dasar, Alhamdulilah, seperti memegang peta dalam kelas.

  Dan tak terasa acara selesai diatas jam 4 sore. Kalau sudah jam segitu, jam gelisah deh karena ingat anak-anak di rumah and suami yang sudah berbaik hati mengawasi mereka.

  Nice event. Hope next kopdar akan lebih baik dan lebih inspiratif lagi.

Pembagian KIT
  O iya.. bagi yang ingin baca Buku Cerita Rakyat India, penulis Ari Kurnia (diriku hihihi), bisa baca di learning longue tersebut. Tapi ga bisa dibapul/bawa pulang. Insya Allah isi ceritanya berguna bagi ananda kita.