Ngemall, adem lah yang kebayang
Berderet barang-barang unik tersaji, tinggal dipilih dan dibayar sesuai kebutuhan
Tapi kalau ngemall yang satu ini, insyaaAllah menambah ilmu. Soalnya sambil belajar sulam pita. Bebarengan dengan aneka jenis craft workshop yang lain.
Kan wanita itu, sebaiknya memiliki beberapa keterampilan,
Biar ga bete
Biar kreatif
Biar irit
Biar ngasilin duit
Biar bertah di rumah
nikiapik.com
Selamat datang... Blog ini isinya campur-campur yach.. ada kepenulisan, buku, craft, cooking, kid Kenapa begitu? Soalnya yang saya posting seputaran kehidupan ibu-ibu, jadi ya gini, campur-campur dech Moga bermanfaat dan membawa hikmah
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Maret 2018
Jumat, 10 Februari 2017
TAMAN SAMPING RUMAH
Taman
samping rumah ini begitu berkesan buat saya, kenapa? Karena taman ini
kolaborasi dengan buah hati.
Siang
itu, Adek pulang membawa PR keterampilan tangan yang masih setengah jadi.
Sebuah rumah dari kardus bekas yang telah di cat dan ditempel dengan kertas
origami. Disamping rumah terdapat halaman yang cukup luas dan lingkaran
berwarna biru yang katanya adalah kolam ikan.
Wuih,
sang mama senang sekali melihatnya. Girang. Karena bakal dapat mainan dan
berkreasi dengan anak. Tapi saya tidak ingin turut campur dalam pembuatannya,
sekedar memberi saran.
Tahap awal, Adek membuat pagar yang
mengelilingi rumah. Pagar ini dari sumpit kayu yang dibelah menggunakan pisau
dan dipatahkan. Disusun menyerupai pagar dengan menggunakan lem tembak.
Selanjutnya memikirkan bagaimana
membuat taman. Mikir dan mikir.. Aha.. keingatan punya akuarium kosong yang ada
batu-batuan dan tanaman plastic. Dipasanglah tanaman plastic dan batu-batuan
tersebut untuk kolam dan jalan setapak.
Terus, apa lagi ya?
Keidean untuk memberinya lampu.
Lampu ini memang sudah ada, dan memang asli bikinan Adek. Dipasanglah lampu
ini dibawah atap, menyinari taman samping rumah. Baterainya disembunyikan di
dalam rumah.
Kamis, 05 Januari 2017
Pesona Pantai Krakal.
Liburan akhir tahun ini, aku
lewatkan untuk mudik ke kampung halaman. Solo, sebuah kita di Jawa Tengah yang
kaya akan kulinernya yang enak, enak dan enak, tur murah, murah dan murah,
apalagi kalau bisa mencari di lokasi mahasiswa. Solo juga kota yang dikelilingi
oleh banyak pesona alam dengan jarak tempuh yang terbilang pendek dan mudah.
Mengingat saya tinggal di Tangerang, dimana untuk menggapai pesona alam,
membutuhkan energy yang lebih besar dan waktu yang lebih lama.
Dari waktu seminggu yang
dijadwalkan, awalnya belum ada jadwal yang pasti, karena memang belum tahu
situasi disana, waktu luang saudara dan bagaimana memetakan kegiatan. Jadi ya
dijalani aja dulu, berangkat dulu dengan memilih armada bus karena lebih praktis
menurutku walau cukup lama.
Ternyata destinasi pertama liburan
ini adalah Pantai Krakal. Lokasinya di Gunung Kidul, Yogyakarta, tepatnya di
Desa Ngestiharjo, Kecamatan Tanjungsari. Pertimbangan pemilihan lokasi adalah
ingin melihat ikan-ikan laut yang terjebak di karang. Untuk itu, kami sengaja
berangkat sepagi mungkin agar tidak melepas moment unik tersebut.
Perjalanan darat ditempuh cukup
lancar, karena memang masih pagi dan info yang didapat, menjelang siang memang
lalu lintas menuju Pantai Krakal cukup padat. Jalan yang dilalui dari Jalan
Gedong Kuning (rumah kakak) hingga ke Pantai Krakal juga patut diacungi jempol,
terawat dan cukup lebar.
Sembari
menempuh perjalanan, aku amati sekeliling. Sempat terlintas berita-berita bahwa
Gunung Kidul adalah daerah yang perlu dibantu, tapi aku melihatnya justru
kebalikannya. Gunung Kidul dikarunia kesuburan dan keindahan alam yang
subhanallah. Pohon-pohon begitu banyak, hijau, segar, pemandangan sangat indah
dan aku masih membayangkan deretan pantai yang akan dikunjungi. Deretan
pantai?? Iyaa.. ada banyak pilihan pantai dengan karakternya masing-masing yang
spesifik.
Sekitar
2 jam, sampailah kita ke gerbang masuk ke area pantai. Tiket yang dipatok cukup
terjangkau untuk turis domestic macam kami, Rp. 10.000 per orang. Lalu, kami
melaju lagi sambil membaca arah panah penunjuk lokasi pantai yang macam-macam.
Ada pantai Indrayanti, Pantai Drini, Pantai Sepanjang, yang cukup membuat
bingung bagi aku yang baru ke lokasi ini, Alhamdulillah, ibu yang kerap pergi
piknik dengan teman senam cukup menguasai lokasi. Jadinya ga perlu repot
mencari info di internet yang memang untuk providerku, ga bisa ketangkap.
![]() |
Baru
turun dari mobil, masih bengong, terpana. Ternyata ga cuma cantik, tapi
canteeeeekkkkk banget. Bersiiihhhhhhh dan asliiiiiiiiiiiiii. Dan satu
pertanyaan buat diri, “Kemana aja aku selama ini? Kok ga tau tempat secantik
ini?. Ngakunya orang Jawa, hehehe.”
Eksplore
dulu sambil duduk di tikar. Lihat sekeliling, tengok kanan, ada daratan mirip
Tanah Lot di Bali namun dengan ukuran lebih kecil. Tengok ke kiri, ada karang
besar pula, nampaknya dua karang besar ini sebagai pembatas bagi Pantai Krakal.
Dan ada pos penjaga pantai pula di kejauhan.
Masih
belum menyentuh pasirnya karena niatnya memang mau gaya-gayaan ga kena air.
Maunya bagian futu-futu aja. Jadi masih lihat-lihat diatas tikar sambil
cekrek-cekrek. Gambar didapat masih berbalut siluet tapi keren juga, ditambah
mendung yang bersahabat sehingga tidak terlampau panas.
Selepas
sarapan ala piknik di atas tikar, aku pun mulai turun ke pantai. Pasirnya pasir
putih, sehingga bersih dan lebih mudah membersihkan jika terkena pakaian.
Perkiraan
kami, pantai dalam kondisi surut, sehingga terlihat karang berbalut lumut hingga
beberapa meter ke arah laut. Jadinya kebayang deh lihat nemo dan teman-temannya
yang terjebak di karang. Tapi rupanya masih pasang, jadi karang hijau di bawah
air mengintip-intip aja. Padahal sekitar 15 meter ke tengah, seorang nelayan
berani berjalan ke arah laut untuk menebar jaring, ini kan artinya karangnya
sampai sejauh itu.(Hope next trip yaa).
Tergoda
oleh air, melihat anak, keponakan dan saudara yang bermain air laut. Melihat
asyiknya mereka menyiapkan badan yang terhanyut oleh ombak dan bermain pasir
sepuasnya. Hempasan ombak itu seakan mengingatkan bahwa kita sebagai manusia
sangat ga berdaya tanpa pertolongan Allah.
Begitulah,
waktu berlalu hingga tak terasa 4 jam bermain di pantai. Sebuah keriangan,
keindahan, kebersamaan di negeri cantikku, Indonesia.
Jumat, 21 Oktober 2016
Bekal ke Luar Negeri
Menjelajahi
negeri Allah tentunya menyenangkan. Menjelajahi Indonesia yang luas dan cantik
saja belum tentu sudah dijabani. Saking luasnya, saking banyaknya hamparan yang
eksotik dan tentunya karena ada keterbatasan waktu dan biaya. Namun, jika Allah
berkehendak lain dan mengijinkan kita untuk mengunjungi hamparan bumi yang
lain, jangan disia-siakan kesempatan ini. Karena kesempatan yang sama jarang
terulang kembali apalagi jika dalam persiapannya memang diberi kemudahan.
Luar
negeri means lintas negara, melewati banyak negara yang biasanya ditempuh
dengan pesawat. Kebayang dong, di negeri orang, mata uang beda, nilai rupiah
yang biasanya lebih rendah nilai tukarnya sehingga beli something berasa lebih
mahal. Paket makanan cepat saji yang di Indonesia bisa kebeli dengan 30.000
rupiah, di luar negeri bisa mencapai 100.000.
Di
luar negeri juga tidak selalu ada keluarga dekat kita. Artinya, mau tidak mau
kita mempersiapkan diri untuk bisa mandiri selama berada di sana. Belajar
survive dan bisa kembali ke tanah air dengan selamat dan aman sentosa.
Lantas,
apa saja bekal yang sebaiknya dibawa ? Untuk bekal, ada beberapa pertimbangan :
- Anda pergi dengan siapa.
Apakah Anda
pergi sendiri? Atau ada seseorang yang “lebih mumpuni” dalam arti sudah lebih
tahu “rimba” dan persiapan money yang mencukupi.
| Mengintip sungai di Thailand yang jadi sarana tranportasi |
Jika pergi
bareng orang yang lebih mumpuni, bisa bernafas sedikit lega, karena setidaknya
ada teman yang bisa menjadi guide dan memberi pertolongan pertama jika
kehabisan uang misalnya.
- Dalam rangka apa Anda pergi
Bepergian bisa
memiliki tujuan yang berbeda-beda, ada yang pergi untuk wisata, umroh, haji
(untuk beeprgian jangka pendek). Tentunya, apa yang dibutuhkan akan
berbeda-beda, tergantung kebutuhan. Jika untuk wisata, lebih simple disbanding
ketika umroh atau haji.
Setelah
tahu tujuan dan siapa partnernya, Anda bisa mempersiapkan hal-hal berikut ini :
Paspor
Paspor adalah
identitas yang bersifat internasional. Ketika meninggalkan Negara asal dan
masuk Negara transit atau Negara tujuan, paspor akan selalu diperiksa. Untuk
itu, ada baiknya Anda fotocopy paspor tersebut, satu ditinggal di rumah, satu
tetap Anda bawa dengan letak yang berbeda dari paspor asli. Untuk berjaga-jaga
jika paspor Anda hilang ketika dalam perjalanan. Ada baiknya siapkan kantong rahasia di baju untuk menyimpan paspor.
Uang cash
Uang cash
Uang cash dapat
berupa rupiah atau sesuai mata uang Negara yang Anda tuju. Pada umumnya,
menukar di money changer Indonesia dalam jumlah besar. Jadi jangan
dipaksakan jika memang tidak berkenan dengan pecahan besar. Anda bisa bersabar
dan menukarkannya di negara tujuan. Karena lebih mudah dan menukar bisa dengan
nominal yang kecil sesuai kebutuhan.
Alat
ibadah
| Seputar Bandara Suvarnabhumi, Thailand |
Makanan
darurat
Makanan darurat
biasanya dibutuhkan ketika bepergian di negara yang rata-rata penduduknya non
muslim. Sehingga tidak di semua tempat ditemui makanan halal yang siap santap.
Makanan darurat ini bisa berupa roti, biscuit, abon, bubur ayam instan, mie
gelas, minuman serbuk, susu bubuk.
Memang sih,
terlihat ribet, tapi ketika kita kelaparan banget, apa yang nampaknya ribet
itu, akan sangat membantu.
Hmm.. jadi ingat
ketika memakan roti yang telah kering di dalam tas karena lapar pakai banget.
Alat dokumentasi
Alat dokumentasi
Perjalanan yang
menyenangkan akan sayang jika tidak diabadikan. Alat dokumentasi bisa berupa
handphone, kamera atau pun handicam. Jangan lupa bawa printilan agar memudahkan
menyimpan moment berharga, seperti tripod dan tongsis.
Handphone
Alat ini sudah sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi. Apalagi dengan tersedianya berbagai sosmed, tanpa pulsa besar asalkan ada koneksi internet, Anda pun bisa berkirim kabar ke tanah air.
Handphone
Alat ini sudah sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi. Apalagi dengan tersedianya berbagai sosmed, tanpa pulsa besar asalkan ada koneksi internet, Anda pun bisa berkirim kabar ke tanah air.
| Mobil di Bangkok, keren-keren euyy |
Alat
tulis
Alat tulis yang
perlu dibawa cukup sederhana, notes dan bolpen saja. Tapi kembali pada tujuan
bepergian. Jika hanya wisata, cukup itu saja.
Plastik
Plastik memiliki
banyak manfaat, untuk menyimpan pakaian bekas, untuk menyimpan sampah dan
membungkus benda-benda yang mudah tumpah. Sediakan berbagai macam ukuran
plastic. Dari plastic ukuran 2 kg hingga tas kresek.
Tas
cadangan
Sudah bukan
rahasia umum, ketika bepergian akan membawa oleh-oleh. Teringat si A, si B dan
si C, sehingga barang bawaan pun menjadi membludak. Dan, ada kalanya memerlukan
tas tambahan. Untuk itulah tas cadangan digunakan.
Botol
kosong
Tiap daerah
tentunya memiliki cara khas untuk membersihkan diri setelah BAK dan BAB. Ada
yang secara basah atau kering. Botol kosong ini biasanya digunakan ketika
ketemu toilet yang memilih cara kering.
Tissue
Tissue memang
praktis, ringan dan bisa dibuang setelah dipakai. Hal ini penting karena selama
perjalanan, tangan dan badan kerap kotor. Dan ribet jika saat itu tidak
menemukan tempat untuk membersihkan diri.
Obat-obatan
Obat-obatan yang
biasa dikonsumsi dalam negeri, belum tentu ada di luar negeri. Kalau pun ada,
biasanya dosisnya berbeda. Ada baiknya membawa sendiri obat-obatan tersebut.
Dan serangkaian obat masuk angin jangan dilupakan ya..
Paketan telepon
Paketan telepon
Komunikasi hal
yang penting, terutama bagi orang penting. Memang sih, sepintas mahal paket
telpon ke luar negeri. Namun jika tidak disiapkan, malah lebih boros, pakai
banget. Belum lagi kena biaya roaming dan sms yang promo yang bertubi-tubi
masuk. Tidak ada salahnya Anda paketkan dari tanah air terlebih dahulu agar
tenang. Untuk umroh ada paket tertentu yang manfaatnya lebih besar dari
harganya yang terlihat mahal.
Kalau tidak
dipaketkan ya tidak mengapa, paling ketika di hotel mencari-cari hotspot.
Kembali pada seberapa butuh Anda untuk selalu berkomunikasi atau terhubung
dengan internet.
Peralatan
mandi
Peralatan mandi
penting, seperti sabun, shampoo, sikat dan pasta gigi. Pilihlah yang ukurannya
mini. Untuk shampoo baiknya beli yang sachet aja, bisa langsung buang.
Make
up
Make up tentu
bagi wanita. Seperlunya saja, pilih yang urgent.
Baju
ganti
Baju ganti perlu
dihitung, berapa lama Anda akan tinggal di luar negeri. Pilih yang warnanya gelap
agar tidak mudah terlihat kotor dan lebih aman. Pikirkan juga model yang bisa
di mix and match sehingga tidak membosankan memakainya dan terlihat beda ketika
difoto.
Label:
bandara,
bekal,
indonesia,
luar negeri,
negeri,
paspor,
perjalanan,
pesawat,
suvarnabhumi,
tas,
thailand,
tiket,
tour,
travel
Sabtu, 03 September 2016
PUDING COKLAT 3 DIMENSI
Kalau yang ini, kreasi lain dari puding 3 dimensi. Serupa dengan tiramisu, hanya beda rasa dan beda warna. Tantangannya ada pada bentuknya yang setelah bulat, jadi hampir ngglondor bunga anthuriumnya. Cara ngakalinnya, tusuk aja pakai tusuk gigi, kalau sudah beku, tinggal dicabut tusuk giginya.
Selamat mencoba.
Selamat mencoba.
![]() |
| Lelehan nutrijel plain, membuat kesan lebih melty |
![]() |
| Dua warna puding, akan memberi kesan yang berbeda. |
Kamis, 30 Juni 2016
Ya… ini buku antologi
Buku antologi
merupakan buku yang ditulis oleh beberapa penulis. Buku storyake Kekuatan Do’a
ini misalnya, ditulis oleh 24 penulis dengan menghadirkan 25 kisah nyata baik
itu diambil dari pengalaman penulis sendiri, pengalaman keluarga atau pun pengalaman
rekannya.
Beberapa
tahun yang lalu, kurang lebih 6 hingga 4 tahun yang lalu, buku antologi sempat
booming. Karena jenis buku ini merupakan jembatan manis untuk para penulis yang
ingin menerbitkan buku. Dengan mengikutkan satu kisahnya yang berkisar 3
hingga 7 lembar, maka dirinya telah memiliki sebuah buku. Kisahnya telah
terukir dan tersimpan dalam buku dimana kelak anak cucunya bisa saja menjadikan
buku ini sebagai sejarah keluarga.
Saya
pun mengawali karier menulis dengan berperan dalam buku antologi. Bagi saya
yang 6 tahun yang lalu baru berani menulis, membuat kisah antologi yang 3
lembar bisa memakan waktu hingga 3 minggu. Hingga akhirnya ketagihan karena
kisah saya akhirnya lolos berbagai lomba dan berbuah berbagai buku antologi.
Tidak
sulit sebenarnya menuliskan kisahnya, karena seperti menulis di buku harian.
Sudut pandang yang digunakan adalah AKU. Sehingga menuliskannya akan lebih
mengalir apalagi jika itu kisahnya sendiri , tinggal menggali memori dan
menghadirkan rasa, maka tangan seakan jalan sendiri. Jika itu diambil dari
kisah orang lain, maka berusahalah untuk menghadirkan rasa dari nara sumber
tersebut. Hanyutkan diri dan rasakan jika Anda berada di posisinya.
Langganan:
Postingan (Atom)








