Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Ngemall yukk

Ngemall, adem lah yang kebayang
Berderet barang-barang unik tersaji, tinggal dipilih dan dibayar sesuai kebutuhan

Tapi kalau ngemall yang satu ini, insyaaAllah menambah ilmu. Soalnya sambil belajar sulam pita. Bebarengan dengan aneka jenis craft workshop yang lain.

Kan wanita itu, sebaiknya memiliki beberapa keterampilan,
Biar ga bete
Biar kreatif
Biar irit
Biar ngasilin duit
Biar bertah di rumah

nikiapik.com

Senin, 07 November 2016

KURSUS SULAM PITA ONLINE

SULAM PITA adalah salah satu jenis kerajinan tangan yang membutuhkan pita sebagai bahan dasarnya. Pita yang berbentuk lurus panjang, apabila dikreasikan dapat menjadi bermacam-macam bentuk yang apabila dirangkai, nempak cantik dan bernilai seni tinggi.

Mempelajari sulam pita sebenarnya tidaklah sulit, hanya saja membutuhkan ketelatenan, kesabaran dan imajinasi. Untuk itu memang perlu waktu dan kemauan untuk mencobanya. Bagaimana pun, keterampilan tangan seperti ini, semakin dilatih maka akan semakin bagus.

Beberapa orang dapat belajar dari buku, apalagi buku bertajuk sulam pita cukup mudah di dapatkan. Akan tetapi, banyak pula yang belum puas belajarnya jika tidak didampingi oleh seorang guru. Untuk itulah, kursus-kursus sulam pita dibutuhkan.

Belajar sulam pita yang biasa ditemui diadakan secara off line, baik private maupun berkelompok. Dan ini akan mudah bagi yang lokasi mudah dijangkau. Tapi bagaimana dengan yang bertempat tinggal nun jauh? Menyeberang laut? Bahkan lintas negara? Bisakah kursus sulam pita?

InsyaAllah BISA.

Benarkah?

Yups... KURSUS SULAM PITA ONLINE

A hemm... begini, dengan kursus sulam pita online, peserta akan dibimbing via online. Yaitu dengan membuat grup di facebook. Dalam grup tersebut, materi akan diberikan, yang berupa pengenalan dasar sulam pita, teknik dasar dan tutorialnya (bisa berupa video tutorial). 

Dalam waktu belajar yang disepakati, peserta akan praktek dan dipantau oleh pembimbing. Tentunya, alat dan bahan akan dikirim terlebih dahulu kepada mereka via ekspedisi. 

Jika ada kesulitan maka bisa berkonsultasi dengan menunjukkan foto atau kirimkan videonya. Sehingga bisa dipantau dan dianalisis pembimbing, dimana letak kekurangannya. Hingga diharapkan, peserta memahami dan mampu menyulam pita.

Selanjutnya, setelah selesai kursus, tinggal berlatih sendiri, berlatih lagi, dan lagi, Sampai bisa merasakan dan menghasilkan produk yang cantik. Jika sudah mahir, 'kan bisa menghasilkan produk sendiri dan dijual atau untuk mempercantik rumah.


nikiapik.com
more info WA 0812 1010 1185

Kamis, 30 Juni 2016

Tempat pensil Alita

Setiap rumah, rasanya nyaris membutuhkan alat tulis yang berupa pensil, spidol atau pun bolpoint untuk menorehkan tulisan. Lama-lama alat tulis tersebut akan banyak dan menumpuk. Untuk itu perlu tempat pensil yang kokoh untuk meletakkannya di atas meja. Tentu saja akan lebih baik jika wujudnya manis sehingga bisa membantu mempermanis ruang.

Salah satu aplikasi dari sulam pita adalah tempat pensil. Berbentuk tabung yang dibalut bahan jeans dan telah disulam menggunakan pita. temanya yang naif rasanya masih up to date.

Untuk melihat koleksi sulam pita lainnya, silakan kunjungi nikiapik.com



Jumat, 27 Mei 2016

Manfaatkan VCD Bekas




Beberapa tahun yang lalu, booming vcd. Hingga tumpukan vcd  yang sudah tergores memenuhi sudut rumah. Well, mau dibuang sayang karena penampakannya yang kokoh dan bulat. Mirip-mirip 
sarangan bros. 

Utik punya utik, dimatch-kan dengan sulam pita. Big roses, jadilah hiasan dinding syar'ie. Aman jika digantung di dinding rumah.

Bahan yang diperlukan juga tersedia cukup mudah , diantaranya :
1. VCD bekas
2. Pita
3. Bahan jeans
4. Tali kur
5. Lem UHU

Beberapa varias bunga bisa dimainkan karena spacenya cukup luas. Size dan warna serta teknik akan mempengaruhi hasil akhir.

Kamis, 26 Mei 2016

DOMPET BEHEL LONG





                Lucunya dompet behel adalah bisa divariasikan bentuknya sesuai keinginan. Kali ini bikin yang panjang, biar bisa masuk handphone atau kacamata. 

Lihat stok behel yang ada, lihat stok kain katun yang ada, lalu mulai deh bikin polanya. Dibikin sedikit gendut agar muat agak banyak. Variasi renda kait rasanya cukup karena motif kain katun sendiri sudah ramai.

               

Senin, 07 Desember 2015

OUTLINE (dulu), BARU BUKU





            Sebuah buku terdiri dari rangkaian bab, kalimat, kata dan huruf. Dimana untuk membuat sebuah buku, membutuhkan puluhan lembar rangkaian huruf. Dan ini tentunya membutuhkan sebuah usaha ekstra keras untuk mewujudkannya. Karena ketika seseorang menulis buku, maka akan banyak hal yang perlu dipahami. Diantaranya adalah siapa pembacanya, materinya seperti apa, apa yang akan dibahas per bab, siapa narasumbernya, apa referensinya, manfaat apa yang bisa pembaca dapatkan dan apakah buku ini mengandung SARA atau tidak.
            Pengalaman pertama menulis buku cukup membuat kaget karena dalam waktu sebulan, diharuskan menulis 120 halaman. Doeng…. Jumlah yang cukup banyak bagiku saat itu. Padahal aku biasa ikut lomba antologi yang berkisar 3 sampai 5 halaman, itu pun waktunya longgar. Sehingga bongkar pasang kalimat dan mencari ide lebih leluasa.
            Tapi kepanikan itu tertolong dengan adanya outline yang sudah aku buat dan di acc oleh penerbit Gramedia. Dalam outline tersebut, formatnya seperti sebuah daftar isi tapi dengan penjabaran yang spesifik sehingga cukup memandu arah tulisan walau masih harus gedebag gedebug mencari referensi dan narasumber. Serta mengeluarkan ide-ide dadakan yang muncul dan ditulis dengan huruf sekedarnya karena jika tidak buru-buru ditulis, ide itu biasanya akan menguap dan dalam hitungan detik suka lupa, ide apa ya tadi?
            Dalam outline juga dijabarkan siapa target pembaca (usia berapa, profesi apa), gaya tulisan yang dipakai seperti apa (untuk pembaca anak, remaja dan dewasa tentunya berbeda gaya bahasanya), serta kelebihan buku seperti apa. Juga synopsis dari buku itu sendiri. Dari synopsis akan tergambar secara keseluruhan bentuk jadi buku.
            Jadi ada baiknya jika Anda ingin menulis buku, buatlah outline terlebih dahulu agar focus dan tidak meleber kemana-mana.



Kamis, 03 Desember 2015

Ide Dalam Menulis





                Menemukan sebuah ide dalam menulis merupakan hal yang unik. Ada yang bilang mudah, ada yang bilang susah bahkan ada yang masih bingung darimana datangnya ide. Padahal ide itu melimpah ruah. Apalagi bagi Anda yang telah memiliki usia diatas 20 tahun, dimana telah mengalami masa balita, anak-anak, remaja dan dewasa. Banyak peristiwa yang telah Anda lewati. Dan tahukah Anda? Itu bisa menjadi sebuah ide untuk menulis.

            Ingatkah ketika masa remaja, sebagian dari kita, ketika galau, bingung, bersuka ria dan meledakkan perasaan dituangkan melalui buku harian? Mungkin sekarang buku harian tidak begitu popular karena ada berbagai media social yang siap menerima unek-unek yang ditulis. Akan tetapi, saya masih yakin kalau masih ada yang setia menulis buku harian karena lebih privasi dan meninggalkan lembaran-lembaran kertas yang bersejarah.

            Menulis buku harian ibarat menulis sebuah cerita. Tanpa sadar, Anda telah MENULIS. Dan idenya darimana? Dari pengalaman pribadi. Mungkin hanya beberapa alinea sekali menulis, namun jika dikembangkan dan ditambah pemanis ini itu, akan bisa menjadi berlembar-lembar tulisan.

            Apalagi jika Anda memiliki ilmu yang luas, kemampuan analisis, bisa membaca situasi dan suka mengamati lingkungan (dalam arti positif), tentu makin kaya lagi ide yang bisa Anda kembangkan. 

            Contohnya ketika Anda berlibur dengan keluarga ke sebuah obyek wisata, Taman Safari misalnya. Anda bisa menuliskan banyak dal dalam peristiwa itu. Dianataranya adalah :
1.      Tips mempersiapkan liburan
2.      Menyiapkan bekal untuk piknik keluarga
3.      Koleksi hewan buas di Taman Safari
4.      Membuat piknik tidak membosankan
5.      Yuk nabung buat liburan
6.      ……
Banyak bukan alternative ide menulis yang bisa dikembangkan???
            Yukkk ah menulis… Menulis itu mudah jika Anda menikmatinya.

Kamis, 26 November 2015

KOPDAR IIDB itu SANTAI TAPI BERGIZI





Masih seputar Floating Market, Lembang, yang nampaknya memang banyak hal yang mengesankan. Kali i

ni akan mengulik tentang saung yang disewakan per jam. Dalam saung tersebut terdapat meja panjang yang bisa menampung 15 orang. Pemandangan yang disajikan menarik, terdapat kolam dan untuk bisa duduk disaung, naik terlebih dahulu beberapa anak tangga yang terbuat dari kayu.
Rukun... IIDBers
IIDB, komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis yang diketuai Roza Rianita dan dibidani Indari Mastuti, sengaja mengadakan kopdar disana. Acara memang santai namun tetap bergizi. Cukup lama juga menunggu berkumpulnya para peserta karena mereka datang dari berbagai penjuru. Ada rombongan Tangerang, rombongan Bandung dan rombongan Jakarta. Sehingga waktu berkumpul pun bisa selisih 1 jam.
Acara seremonial, curhat, berbagi inspirasi dan membahas berbagai kendala yang dialami selama bertugas menjadi pengurus IIDB berlangsung seru. Membahas rencana kerja dan meledakkan ide sambil sesekali mengawasi anak-anak. Karena usia mereka bervariasi, beberapa masih balita sehingga perlu pengawasan lebih di tempat umum yang luas dan banyak air ini.
Salah satu acara adalah penyerahan penghargaan pada pengurus terbaik. Terpilih beberapa nama yang mendapat kenang-kenangan jam dinding hasil karya Roza Rianita yang memang master piecenya handycraft.
Sosis raksasa
O, iya agar bisa nyaman disana, jangan lupa memesan menu yang ada disana. Kami memesan sosis raksasa, yang bisa dimakan rame-rame bahkan bayarnya pun rame-rame alias patungan… hehehe… it’s fine… sing penting rukun.
Selepas acara resmi, para anggota membubarkan diri dengan unik. Saya sendiri sempat ga tau kalau sudah bubar karena mengikuti dua anak laki-laki saya yang berkano ria dan mengitari floating market ini dengan  wajah sumringah.
Jadinya tahu-tahu, teman IIDB sudah ga ada di saung, sedangkan tas saya dibawakan teman. Sebagian yang lain, rombongan Bandung langsung cus ke tempat lain karena terdesak waktu mengingat telah terlanjur berjanji dengan pihak lain untuk berkunjung.
Ya sudahlah, unik.. Jadinya pamitan via HP sajalah… dan masih lanjut lagi petualang di floating market sampai magrib.