Tampilkan postingan dengan label gramedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gramedia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2016

Kenalin.... Si Storycake



Penerbit : Gramedia, Penulis : Ari Kurnia dkk



         Lega, sudah bedah buku di komunitas IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) di grup FB. Bedah buku ini cukup unik karena diselenggarakan secara on line. Padahal biasanya bedah buku diadakan face to face ya, jadi antara penulis dan para hadirin bisa ketemu langsung, futu-futu dan beli buku langsung.  


            

 
     Tapi setidaknya dengan bedah buku online ada beberapa manfaat yang didapat. 




1.       Bisa menjangkau banyak peserta, apalagi jika diadakan di sebuah komunitas yang membernya ribuan. Bisa dari dalam maupun luar negeri. 
2.       Hemat biaya. Iyalah, karena tidak perlu sewa tempat, siapin sound system, bawa-bawa buku segambreng dan printilan lainnya dan tidak perlu heboh bikin panitia. 

3.       Fleksibel waktunya. Mengenai waktu, tentunya disesuaikan dengan longgarnya waktu para peserta yang dibidik. Kapan mereka bisa hadir, menyimak dan membangun interaksi.

4.       Bisa diakses di lain waktu. Bedah buku yang efektif adalah dengan membuat album pada grup FB tersebut. Sehingga lebih mudah ketika ada peserta yang saat itu telat dan berhalangan hadir. Tinggal mencari album dan membacanya, berikut komentar dibawah slide.

Simple kan? Dan waktunya berapa lama? Sekitar 1 hingga 2 jam. Bisa sih lanjut, ketika dalam slide masih muncul berbagai pertanyaan dan Anda berkenan menjawabnya.


Lalu, siapa sih sebenarya storycake Kekuatan Doa itu?
Simak yuk slidenya..




Rabu, 06 Juli 2016

Berapa Lama Terbitnya Sebuah Buku ?





                Deg-degan ketika memasuki sebuah toko buku, melangkah dengan semangat campur malu-malu dan sebungkah harapan, menuju pada rak dimana buku yang ditulis berada dalam penggolongannya. Sambil melirik ke jejeran buku new realese, siapa tahu ikut berjejer disitu.

                Hal ini bisa saja dialami oleh salah seorang penulis ketika bukunya dikabarkan terbit dan sudah terpajang di rak buku, terutama toko buku berskala nasional, seperti Gramedia. Apalagi sesaat sebelumnya telah mengintip pada layar komputer di toko buku tersebut dan telah mendapati namanya dan judul bukunya tertera disana. Namun saat itu buku belum tersedia, bahkan royalty pun terkadang sudah diterima walau bukti terbit belum diterima.

                Berapakah jarak antara selesainya naskah hingga terbit sebagai sebuah buku? 

                Pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan satu atau dua kata, karena banyak sekali factor yang mempengaruhinya, diantaranya adalah :

Pembelian secara online 
melalui gramedia.com
1.       Kualitas naskah
Naskah yang dihasilkan oleh seorang penulis memiliki kualitas yang berbeda-beda. Dari gaya bahasa, kerapian dalam pengetikannya, tema yang diusung, isi serta data dan fakta. Semua itu tergantung kembali dari “apa” yang ditulis, karya fiksi ataukah non fiksi.
Jika kualitas naskah masih perlu banyak perbaikan, maka proses editing dan revisi akan berpengaruh.

2.       Proses revisi
Proses revisi biasanya terjadi beberapa kali atau bahkan tidak ada proses revisi sama sekali jika memang kualitas naskah sudah sesuai antara keinginan penerbit dan penulis. Revisi pada dasarnya akan lebih mudah jika penulisnya adalah tunggal atau solo namun akan memakan waktu cukup panjang jika ditulis secara bersama-sama/antologi. Karena walau bagaimana pun, naskah tersebut akan dikembalikan dahulu kepada penulisnya masing-masing. Dan perlu waktu lagi untuk mengeceknya. Pada buku antologi, pada umumnya ada satu coordinator yang akan mengumpulkan, menyusun, mengedit dan menyelaraskan naskah para kontributornya.
Salah satu karya kontributor storycake Kekuatan Doa
Belum lagi proses penyerahan revisi ke penerbit, jika langsung acc maka akan mudah namun jika ada yang kurang, maka akan dikembalikan lagi pada para penulisnya.

3.       Kesibukan penerbit
Setiap penerbit memiliki kesibukan dan jam terbit buku yang berbeda. Jika antrian panjang, maka penulis hendaknya bersabar, bagaimanapun buku yang diterbitkan apalagi oleh penerbit yang berkualitas maka akan lebih detail. Sementara karyawan mereka juga terbatas.

4.       Timing yang tepat
Penerbit memiliki pertimbangan tersendiri tentang kapan buku akan diterbitkan, pada umumnya akan memperhatikan moment yang tepat. Seperti storycake for your life : Kekuatan Doa, yang diterbitkan pada bulan ramadhan 1437 H. Moment yang dipilih karena bulan suci ini memang saat yang tepat untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta yang Maha Pengabul Doa.
Storycake Kekuatan Doa dan Mompreneur,
berbeda dalam lama penerbitan


                Lalu, berapa rata-rata waktu untuk menerbitkan buku?




Hmm.. bisa 6 bulan, bisa 1 tahun, bisa 2 tahun, bisa 3 tahun… ada yang punya pengalaman lain? Bahkan buku solo saya yang perkiraan akan terbit menjadi buku ke-2, ternyata menjadi buku solo ke-5. Jadi, untuk waktu terbit, perlu kesabaran ekstra dan kepercayaan tinggi pada penerbit. Untuk itu, pintar-pintarlah dalam memilih penerbit, agar kita aman dan nyaman menitipkan naskah.

Kamis, 30 Juni 2016

Ya… ini buku antologi






Buku antologi merupakan buku yang ditulis oleh beberapa penulis. Buku storyake Kekuatan Do’a ini misalnya, ditulis oleh 24 penulis dengan menghadirkan 25 kisah nyata baik itu diambil dari pengalaman penulis sendiri, pengalaman keluarga atau pun pengalaman rekannya.


                Beberapa tahun yang lalu, kurang lebih 6 hingga 4 tahun yang lalu, buku antologi sempat booming. Karena jenis buku ini merupakan jembatan manis untuk para penulis yang ingin menerbitkan buku. Dengan  mengikutkan satu kisahnya yang berkisar 3 hingga 7 lembar, maka dirinya telah memiliki sebuah buku. Kisahnya telah terukir dan tersimpan dalam buku dimana kelak anak cucunya bisa saja menjadikan buku ini sebagai sejarah keluarga.


                Saya pun mengawali karier menulis dengan berperan dalam buku antologi. Bagi saya yang 6 tahun yang lalu baru berani menulis, membuat kisah antologi yang 3 lembar bisa memakan waktu hingga 3 minggu. Hingga akhirnya ketagihan karena kisah saya akhirnya lolos berbagai lomba dan berbuah berbagai buku antologi.


                Tidak sulit sebenarnya menuliskan kisahnya, karena seperti menulis di buku harian. Sudut pandang yang digunakan adalah AKU. Sehingga menuliskannya akan lebih mengalir apalagi jika itu kisahnya sendiri , tinggal menggali memori dan menghadirkan rasa, maka tangan seakan jalan sendiri. Jika itu diambil dari kisah orang lain, maka berusahalah untuk menghadirkan rasa dari nara sumber tersebut. Hanyutkan diri dan rasakan jika Anda berada di posisinya.

                Dan bagaimana mengetes tulisan Anda adalah dengan meminta orang lain untuk membacanya, terimalah masukannya. Pada umumnya jika kisah Anda sudah tepat sasaran adalah, pembaca akan terhanyut dan merasakan apa yang Anda sampaikan. Begitupun ketika Anda membacanya sendiri, Anda akan merasa terhanyut dan tidak bosan membacanya karena seolah Anda berada dalam dimensi lain

Senin, 27 Juni 2016

Storycake for Yourlife : Kekuatan Do’a



          

                Buku antologi yang memuat 25 kisah nyata yang ditulis oleh 24 kontributor dapat dijadikan bacaan bagi jiwa. Buku ini insyaAllah dapat menyadarkan manusia bahwa dalam suka duka kehidupan di dunia, dalam kesedihan dan kegundahan, berbekal untaian doa, ketakwaan, ikhtiar maka Allah akan memberikan jawaban.


                Sebuah jawaban yang terkadang bagi manusia tidak seperti yang dikehendaki namun bagi Allah, itu adalah jawaban yang terbaik bagi manusia. Karena kasih sayang Allah dan Allah Maha Mengetahui kebutuhan hambanya. 


                Kisah yang dipilih dari seleksi yang ketat, dari 65 peserta hingga akhirnya terpilih 24 penulis dan 25 kisah nyata, serta melewati proses editing yang panjang. Dimana proses penerbitan sendiri dari audisi, memakan waktu hampir 3 tahun.


                Kekuatan Doa adalah buku terbitan Gramedia, penerbit nasional yang telah berusia cukup senior. Sehingga perlu banyak sekali saringan kualitas dalam menembusnya. Namun, hasil akhir dan pemilihan timing yang tepat, yaitu saat bulan Ramadhan dalam peluncuran, cukup membuat para kontributor, cukup puas dan terkaget-kaget. Karena memang sebuah kejutan setelah sekian tahun menunggu dalam harap-harap cemas.



                Semoga buku ini dapat menambah inspirasi, membantu memahami kehidupan dan semakin yakin bahwa di atas sana ada Allah yang senantiasa mendengar doa-doa hambanya, menjaganya dan memeliharanya.