Tampilkan postingan dengan label dompet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dompet. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

Bermain dengan katun

Katun merupakan jenis katun yang kini kian menarik. Motif dan keademan bahannya cukup menyita perhatian. Salah satu benda yang bisa dibuat dari bahan katun adalah dompet behel. Dompet behel memiliki pesona tersendiri. Behelnya mampu membuat perhatian khusus saat kita memandangnya.

Dengan menggunakan behel maka tidak harus menggunakan ritsleting lagi karena behel ini cukup kokoh untuk menutup dompet. Dan yang penting adalah praktis karena menggunakan satu langkah mudah, klik, untuk membuka dan menutupnya.

Paduan dari 2 warna katun dan dibubuhi renda rajut, cukup memberi warna tersendiri.
Beberapa dompet behel katun sudah sempat aku buat. Dan aku sukaaa dengan dompet-dompet ini. Hope u like it too

see more at nikiapik.com





Jumat, 27 Mei 2016

Before - After Dompet Behel

Untuk membuat dompet behel, perlu dibayangkan dulu bentuk jadi. Dan hal ini sebenarnya berlaku untuk berbagai bidang ilmu dan keterampilan serta seni. MEMBAYANGKAN BENTUK JADI. Mengapa? Karena dengan membayangkan bentuk jadi maka akan terbayang step by step-nya. Yang meliputi bahan, alat, cara pengerjaan, biaya dan waktu yang diperlukan.

Dompet behel yang merupakan salah satu request teman kuliah yang sekarang stay di Bogor, masih menggunakan bahan katun yang dipadukan dengan renda kait. Behel yang diinginkan berbentuk setengah kotak. Sengaja dibuat agak besar agar muat handphone.
before 

after 

Kamis, 26 November 2015

TAMAN KELINCI, FLOATING MARKET, LEMBANG, BANDUNG






Sebuah kesan memang membuat rasa yang berbeda di hati. Demikian pula dengan Floating Market, rasanya masih seperti kemarin berkunjung disana. Pasukan ibu-ibu yang tergabung dalam IIDB (Ibu-Ibu Doyan Bisnis) yang membawa anak-anak juga beberapa mengajak suami untuk berkumpul di Lembang. Mengingat para anggota komunitas ini tersebar di Tangerang, Bandung, Bekasi, Tangerang Selatan namun ingin bertemu dalam suasana yang berbeda. Setelah berbulan-bulan berhubungan via on line melalui grup facebook.
Anak berinteraksi langsung dengan kelinci
Salah satu sudut Floating Market yang menarik adalah Taman Kelinci. Sesuai dengan namanya, taman kelinci merupakan tempat kelinci tinggal. Dipagari sedemikian rupa agar kelinci tidak kabur juga agar pengunjung membeli tiket untuk masuk, hehehe…. Tiket yang dibandrol seharga Rp. 20.000 per orang. Anak-anak juga membayar harga yang sama.
Dalam Taman Kelinci, terdapat rumah kelinci yang rata-rata terbuat dari kayu. Kelinci pun ada yang dilepas dan  ada yang dikandang. Hal ini agar mereka bergantian mendapat makanan dari pegunjung yang berupa wortel segar. Setelah kloter pertama dikeluarkan, diberi makan oleh pengunjung, merasa cukup kenyang maka tak lama kemudian, kloter berikutnya bisa dikeluarkan.
Rombongan kami cukup beruntung karena saat kami masuk, kelinci tersebut dalam kondisi lapar. Sehingga mereka menyantap wortel dengan lahap dan mengikuti arah wortel yang diacung-acungkan oleh pengunjung. Wahana ini cukup mengedukasi, karena anak kecil bisa menyentuh kelinci secara langsung, menggendongnya, mengelusnya dan mengamati dari dekat.
Bagi anak yang sudah bisa dilepas, orang tua bisa mengamati dari luar pagar sedangkan bagi yang masih perlu dituntun dan dibawah 3 tahun, sebaiknya ditemani agar maksimal edukasinya serta lebih aman.
Saat rombonga kami masuk, 1 orang dewasa ikut masuk ke dalam, Trance sebagai wakil dari orang dewasa. Mengasuh kurang lebih 6 anak yang mengejar-ngejar kelinci sambil tertawa ceria. Seolah lupa kalau PR di tas sekolah menunggu mereka untuk dikerjakan.
Pemandangan cukup menarik ketika melihat kelinci yang berlagak cuek ketika diacungi wortel oleh pengunjung cilik. Rupanya… kelinci tersebut kekenyangan….
Semoga Anda bisa mengunjungi tempat mempesona ini.