Tampilkan postingan dengan label buku bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Maret 2014

Solusi bisnis dari rumah

Penerbit : Gramedia
Banyak wanita yang
 enggan meninggalkan rumah untuk pergi  ke kantor. Tapi kebutuhan hidup semakin meningkat. Salah satu solusinya  adalah dengan menjalankan bisnis online.

Buku terbitan Gramedia ini semoga bisa menyuguhkan pilihan bisnis online Anda.

Kamis, 24 Oktober 2013

Mulailah Sekarang Juga

 by Enni Kurniasi (peserta kuis IIDN-Buku Inspiratif Indonesia)

“Saya pengen banget punya bisnis, Bun. Tapi anak saya masih kecil-kecil, nggak ada yang jagain. Trus modal juga nggak ada. Gimana ya ?” atau “saya masih kerja, Bun..nggak sempat nawarin barang.”

Demikian rata-rata pernyataan Ibu-ibu muda yang sering saya temui. Baik  saat mendapat tugas piket kantor di distributor ( Tupperware BSD ). Maupun saat piket di show room ( Tupperware ) di Pondok Indah Mall.
Sebenarnya mereka tertarik untuk berbisnis. Tapi terlalu banyak halangan yang mereka hitung. Mengapa saya bilang begitu ? yaa..karena alasan akan selalu ada, sebagai pembenaran atas penundaan kita.
Image
Teman-teman dekat saya dulu, menganggap sebelah mata bisnis yang saya tekuni. Menurut mereka, nggak ada gunanya gabung di bisnis ini. Toh..membernya udah banyak. Yang jualan juga banyak. Bahkan ada yang menjual dengan diskon gede-gedean. Kamu dapat untung darimana lagi ? dan harus butuh modal yang gede.
Saya mulai gabung di bisnis ini, dengan modal yang sangat minim. Hanya cukup buat beli kit bag doank, seharga dua ratus lima puluh ribu rupiah. Karena harga produk yang lumayan mahal, membuat beberapa orang berniat mencicil. Ini membuat omset saya bertahan di angka lima ratus ribu rupiah perbulan, selama setahun !

Tapi ini nggak membuat saya patah semangat. Selalu mencoba mencari dating buat party ( janji buat demo produk ). Lama-lama, pelanggan saya bertambah. Ada beberapa yang hanya mau memakai produknya saja. Ada juga yang berniat menjadi member dan mau jualan. Di tahun kedua, saya bisa mengejar karier dan alhamdulilah, akhirnya bisa mencapai level manager.

Belum lagi urusan domestic. Suami  yang sering dinas luar kota dan tanpa asissten rumah tangga, membuat saya “terpaksa” mandiri. Mulai mengantar anak sekolah, mampir ke distributor buat mengambil barang dan melayani para consultan. Kemudian menjemput anak sekolah, ke ekspedisi buat mengirim barang untuk consultan luar kota. Sorenya mengantar dan menemani anak mengaji di TPA. Belum lagi membalas telepon, sms dan WhatsApp dari para consultan hampir sepanjang hari.

Lelah..tentu saja. Alhamdulilah, saya bisa menjalankannya dengan riang. Bisa mengatur ritme bisnis dengan urusan anak-anak. Tanpa saya sadari anak-anak juga terbiasa dengan jadwal saya. Setiap mau pergi sekolah, si kakak selalu berpesan agar saya tidak lupa membawa baju ganti untuknya. Karena ia tahu, pulang sekolah, pasti Bunda mampir ke distributor. Ia juga berpesan, makanan atau cemilan apa yang mau ia makan selama menunggu saya di distributor.

Teman-teman yang dulu kurang mendukung, sekarang kalau ketemu bilangnya “enak sih, kamu bisa ngomong, bisa nawarin barang, nggak malu ketemu orang yang baru kenal, nggak malu saat ada yang menolak dan lain sebagainya, atau enak sih, kamu punya kendaraan “.

See..di awal mereka mencari-cari kekurangan bisnis ini. Dan mencoba mempengaruhi saya agar mundur. Sekarang mereka mengatakan betapa beruntungnya saya. Karena berbagai “keahlian” saya, yang menurut mereka jatuh dari langit begitu saja. Noo..kemahiran saya berbicara, memprosfek orang dan mendemokan produk itu bukan didapat sekejap mata. Tapi melalui berbagai training dan pengalaman. Saya belajar banyak dari pengalaman menjalankan bisnis ini. Bertemu berbagai karakter orang dan belajar memahami mereka.

Jadi kesuksesan itu tidak didapat sekejap mata. Jika ada teman-teman yang berniat bisnis dan sudah takut akan merugi, sangat salah. Ketika mulai berbisnis, kita sudah “siap” untuk rugi, sama seperti kita “sangat” mengharapkan mendapat untung. Apapun  ide bisnis anda, mulailah sekarang juga. Jangan terlalu banyak alasan. Terlalu banyak alasan hanya membuat langkah kita menjadi tersendat. Demikian kira-kira yang ingin disampaikan Mbak Ari Kurnia dan https://www.facebook.com/bukuinspiratifindonesia . Salam sukses selalu..:) Enni Kurniasih  

sumber :
http://catatanbundaenni.wordpress.com/2013/10/11/mulailah-sekarang-juga/

Senin, 07 Oktober 2013

Tips Memulai Bisnis Online



1. Tentukan modal yang ingin digunakan
Modal kecil pun bisa berjualan online, apalagi modal besar
2. Sesuaikan dengan passion
Passion membuat Anda mencintai bisnis yang digeluti
3. Pelajari internet marketing
Penting untuk meluaskan jangkauan iklan
4. Siapkan kamera
Akan lebih memuaskan jika memotretnya secara orisinil
5. Siapkan internet banking
Mempermudah transaksi dan hemat waktu
6. Siapkan no telepon yang selalu on
Telepon salah satu cara untuk bernegosiasi
7. Komputer pribadi + modem ^^
Agar lebih cepat respon dan pemantauannya

 See more in :
 https://www.facebook.com/bukuinspiratifindonesia
 
 

Sabtu, 09 Februari 2013

BUKU BISNIS

Awalnya saya tidak menyangka jika akhirnya passion saya ada di dunia menulis. Buku bisnis pertama saya adalah berisi pengalaman pribadi dalam merintis bisnis dan menemukan formula yang tepat dalam survive sebagai pribadi dan memiliki bargaining power. Selanjutnya, semua mengalir dengan indah, satu per satu buku bisnis mulai lahir. Alhamdulilah, menulis adalah sebuah seni berbagi yang indah.



Minggu, 02 September 2012

BISNIS ANAK Part II



Masih ingat dengan BISNIS ANAK yang pernah saya tulis tempo hari, jika lupa-lupa ingat, yuk tengok kelink berikut ini  http://penamenari-ari.blogspot.com/2012/08/bisnis-anak.html
Melangkah pada penantian  proses pembekuan cairan susu coklat yang dimasukkan ke dalam plastik. Tik.. tok.. tik.. tok.. waktu terasa lama karena Rijal dan Adlan sangat tidak sabar menunggu. Waktu terus bergulir dan akhirnya es lilin telah membeku sempurna dan siap dipasarkan.
Adlan yang nafsu makannya lebih besar dari Rijal sudah tidak sabar untuk mencobanya. Tapi berhubung ini adalah bisnis,  walaupun masih dalam skala kecil, sebisa mungkin didesain seperti bisnis besar. Dengan rasa tega ga tega, aku bilang kepada anak-anak,”Yang ngambil es lilin harus membayar ya.  Baik Bapak, Mama, Mas Rijal ataupun Dik Adlan.”
Dua wajah sumringah pun mendadak manyun. Rona kekecewaan terlihat jelas. Duuhh, rasanya ga tega. Bener deh. Kok kayaknya kejam banget menyuruh anak-anak mengeluarkan uang untuk sesuatu yang dikeluarkan dari lemari es di rumah sendiri. Tapi aku kuatkan hati. Bismillah, ini adalah caraku mendidik mereka untuk memisahkan antara uang bisnis dan uang pribadi. Dan aku jelaskan hal ini pada mereka.
Beberapa saat mereka terdiam. Mereka pun deal dengan apa yang aku tetapkan. Fiuuhh… Alhamdulillah.
Kini masuk ke pencatatan. Aku siapkan map plastik dengan binder. Aku print laporan keuangan sederhana. Memuat tanggal, keterangan, debet, kredit, saldo. Judulnya adalah LAPORAN KEUANGAN PT RIJAL-ADLAN. Bagi yang ingin tahu bentuk kolomnya, bisa kok dilihat di buku BISNIS UNTUNG DAN BERKAH UNTUK ANAK SEKOLAH, halaman 151. Di Gramedia tersedia melimpah ^^.
Adlan yang baru belajar membaca, membaca judul itu. Dan raut wajah ceria terlihat jelas. Ada kebanggaan di wajah itu. "Wah, Adlan punya PT. Kerennn..” Demikian kira-kira kalau diterjemahkan.
Aku jelaskan bagaimana membuat laporannya, modalnya berapa dan dari mana modal tersebut diperoleh. Cara mencatat penjualan pun aku terangkan. Detail, agar mereka bisa menuliskannya sendiri. Karena berapa pun es lilin yang mereka ambil, harus dicatat untuk menghitung laba ruginya kelak.

Dari paparan diatas, hal apakah yang bisa diambil ? 
-        -   Sebagai pebisnis, di level bisnis apa pun, pemisahan aset pribadi dan aset usaha harus jelas.
-        -  Tetap teguh pada aturan meskipun hati terkadang tidak tega. Hal ini akan membuat kita tetap pada rule yang seharusnya
-          - Pencatatan keuangan dilakukan sedini mungkin untuk mengetahui perkembangan bisnis
-         -  Kejujuran perlu diasah dan dikedepankan. Dalam hal ini saya men-chalenge Rijal dan Adlan dalam menuliskan berapa jumlah es lilin yang mereka konsumsi.

Bersambung…..

Kamis, 02 Agustus 2012

Ada apa dibalik bisnis pulsa?

Tak terasa tiga tahun sudah aku menggeluti bisnis pulsa elektrik. Bisnis yang kata orang, untungnya adalah recehan dan banyak orang yang tidak sabar dengan keuntungan yang receh itu sehingga ketika mereka mencobanya dalam hitungan minggu, langsung ditinggalkannya dan mencoba bisnis yang lebih raksasa labanya.

Eitsssss... memang, receh labanya tapi untuk bisnis pulsa elektrik ini, faktor kali adalah jawabannya. Laba per transaksi tinggal dikalikan saja dengan recehan yang kita terima. Mmmm kalo dikantongi, recehan itu jadi berat juga lho, apalagi kalo ditukar dengan uang kertas. Lembaran warna merah pun menjadi penyemangat. Apalagi peluang yang membentang, dimana dalam satu rumah dengan 4 anggota keluarga usia sekolah, rata-rata jumlah ponselnya adalah 8 buah. Dan semua ponsel itu butuh pulsa.

Info bisnis pulsa ada di buku ini
Hal lain yang membuatku betah menekuni bisnis ini meskipun kadang merasa jenuh pula (manusiawi lah...), adalah bisnis ini bisa dijalankan dari manapun. Jadi tidak perlu duduk manis nunggu counter, ga perlu sewa lapak dan memaku diri di kursi (ga betah banget berdiam diri begitu). Karena aku menjalankannnya secara mobile. Cukup handphone dan buku notes untuk mencatat. Customerku tinggal sms, inbox atau telepon untuk meminta pulsa, maka aku kirim pulsa. Bayarnya ? Nantilah kalo kita ketemu atau bisa juga lewat i net banking.

Aku menjalani bisnis ini bersama suamiku. Dia memegang rekan-rekan di kantornya, aku kebagian tetangga di perumahan dan rekan-rekan di kantorku pula. Alhamdulilah, banyak juga kok customerku. Apalagi dengan sistem reseller yang aku terapkan.

Bisnis ini sempat membuatku ingin mundur saja ketika aku lelah mencatat nominal transaksi di buku notesku, tapi aku kembali lagi ke filsafat bisnis pulsa elektrik bahwa :
- bisnis ini mengajarkan ketelitian padaku, salah ketik nomor, pulsa akan nyasar dan ini artinya rugi
- belajar sabar dalam menagih dan menunggu pembayaran jika customer agak-agak beda dibanding yang lain
- mengajarkan aku melihat sifat asli orang dari sisi manajemen keuangan mereka
- mengajarkan aku untuk menghargai uang receh sehingga aku tetap dalam koridor hidup sederhana

So.. bisnis pulsa elekrik, why not?


Buku Bisnis by Ari Kurnia

Tahun 2012 adalah tahun dimana aku merasa telah menemukan sebuah profesi yang sesuai dengan passion. Menjadi penulis. Tiga buku bisnis adalah debutku yang kutulis dengan memberi nyawa pada masing-masing buku.

Buku Bisnis Rumahan untuk Para Ibu.
Sebuah buku berisi pengalaman pribadiku dalam memulai bisnis rumahan, memulainya dengan membawa dua buah hatiku menyusuri panasnya jalanan di Tangerang dan dinginnya guyuran hujan. Demi satu kata, menjadi lebih bermakna. Hambatan dalam berbisnis yang kerap menghampiri para ibu dalam memulai bisnisnya, bagaimana menjalankan bisnis dan beberapa pilihan dalam bisnis rumahan disajikan dalam bahasa sederhana dan mudah dicerna.
Harga Rp.38.000'
Penerbut : Gramedia

Buku Franchise 5-10 jutaan, Prospek dan Menguntungkan.
Sebuah buku yang memaparkan apa itu bisnis franchise. Memandangnya secara seimbang dan memberi pemahaman yang mendalam.Tersedia pilihan franchise dengan budget 5-10 juta. Nilai yang masih terjangkau.
Harga 37.500
Penerbit : Laskar Aksara

Buku Bisnis Untung dan Berkah untuk Anak Sekolah
Sebuah panduan bisnis untuk anak sekolah. Bagaimana memulai bisnis tanpa harus melupakan prestasi akademik. Dan tercipta karakter diri yang tangguh. Buku ini menggunakan bahasa sederhana yang tidak menggurui, tata letak dan huruf yang digunakan juga sangat nyaman dilihat. Sehingga membacanya akan membuat betah.
Harga Rp.48.000
Penerbit : Kalil (imprint Gramedia)

Kisah Mompreneur

Seorang ibu dengan dua orang anak, balita dan TK. Menerjang derasnya hujan menembus jalan yang banjir. Dengan harapan, menemukan barang dagangannya yang terjatuh... 
Bagaimana kisah selanjutnya dari mompreneur tersebut? Bagaimana pula reaksi buah hatinya melihat ibunya yang kebingungan? Berjuang memulai bisnis rumahannya sambil mengasuh buah hati... Jawabannya hanya ada di buku CURHAT BISNIS

Rabu, 01 Agustus 2012

BISNIS UNTUK ANAK

BISNIS UNTUNG DAN BERKAH UNTUK ANAK SEKOLAH

Mengajarkan anak untuk berbisnis bukan semata mengajarkan anak untuk menghitung "duit". Namun mengenalkan cara berinteraksi sosial, memegang prinsip berbisnis, menjawab tantangan dan pada akhirnya akan terbentuk sebuah karakter yang kuat, tangguh dan mendekati kepribadian Rasulullah SAW. 

Begitu banyak teori di bangku sekolah, berbisnis pada hakikatnya merupakan praktek dari banyaknya teori di bangku sekolah. Bagaimana cara menjankannya agar tetap seimbang antara prestasi akademik dan bisnis. Yuk, kita simak dalam buku sederhana namun memikat ini.

Harga Rp 48.000
Penerbit Kalil (imprint Gramedia)
Penulis Ari Kurnia