Jumat, 10 Februari 2017

KOPDAR SEBAGAI ME TIME PARA IBU





            Tugas ibu yang utama adalah focus pada menjaga  bentengnya dan keluarga yang ada didalamnya. Rutinitas seperti mengasuh anak, memasak, membersihkan rumah adalah hal rutin dilakukan. Bagi yang berprofesi sebagai wanita karier pun, tetap memiliki tugas yang sama hanya saja, akan didelegasikan pada asistennya.
            Rutinitas rumah tangga memang hal yang terkadang memerangkap para ibu, karena melakukan hal yang sama dan diulang-ulang. Beberapa ibu akan merasakan kejenuhan apalagi jika ada potensi dirinya yang tidak tersalurkan. Untuk menghilangkan kejenuhan itu, membutuhkan me time.
            Kopdar atau kopi darat adalah sebuah event yang dikonsep untuk mempertemukan para ibu agar dapat saling mengenal, berbagi manfaat dan belajar hal baru. Dengan demikian apa yang ada dalam benaknya, potensinya dan keinginannya akan dapat dikeluarkan seiring dengan mencairnya suasana dan tema yang sesuai.
            IIDB dan IIDN, sebagai komunitas yang beranggotakan para ibu, kini dinaungi oleh komunitas Emak Pintar, pada tanggal 5 Februari 2017 mengadakan kopdar. Tema yang diusung adalah menulis artikel dari nol, yang dibawakan oleh Ari Kurnia. Kopdar ini berlokasi di Bakso D Boss, Jalan Maulana Yusuf no 17, Tangerang. Alasan pemilihan lokasi adalah lokasi yang mudah dijangkau dari berbagai arah sehingga diharapkan para peserta tidak mengalami kesulitan menuju tempat kopdar. Disamping itu, tersedia meeting room yang memadai untuk kopdar bermateri menulis seperti ini.



            Acara berlangsung dari jam 1 siang hingga jam 4 sore. Materi dasar yang disampaikan dengan gaya sharing serta komunikasi dua arah cukup menghidupkan suasana dan membangun keingin tahuan peserta, serta membangunkan peserta bahwa mereka pada dasarnya bisa menulis artikel dan betapa banyak pengalaman peserta yang bisa dijadikan  bahan artikel.
            Dua lembar kertas yang memancing peserta untuk menulis pun menjadi bagian dari kopdar ini. Suasananya benar-benar khusuk, berkonsentrasi, mengingatkan jaman ujian di sekolah. Dan hasilnya dapat terbaca bagaimana mereka sebenarnya, potensi apa yang terpendam dan apa yang diimpikan.
            Dalam kopdar tersebut, terbersit keinginan peserta untuk membuat buku bersama. Semoga dimudahkan.
           

TAMAN SAMPING RUMAH





            Taman samping rumah ini begitu berkesan buat saya, kenapa? Karena taman ini kolaborasi dengan buah hati.

            Siang itu, Adek pulang membawa PR keterampilan tangan yang masih setengah jadi. Sebuah rumah dari kardus bekas yang telah di cat dan ditempel dengan kertas origami. Disamping rumah terdapat halaman yang cukup luas dan lingkaran berwarna biru yang katanya adalah kolam ikan.

            Wuih, sang mama senang sekali melihatnya. Girang. Karena bakal dapat mainan dan berkreasi dengan anak. Tapi saya tidak ingin turut campur dalam pembuatannya, sekedar memberi saran.

            Tahap awal, Adek membuat pagar yang mengelilingi rumah. Pagar ini dari sumpit kayu yang dibelah menggunakan pisau dan dipatahkan. Disusun menyerupai pagar dengan menggunakan lem tembak.

            Selanjutnya memikirkan bagaimana membuat taman. Mikir dan mikir.. Aha.. keingatan punya akuarium kosong yang ada batu-batuan dan tanaman plastic. Dipasanglah tanaman plastic dan batu-batuan tersebut untuk kolam dan jalan setapak.





            Terus, apa lagi ya?

            Keidean untuk memberinya lampu. Lampu ini memang sudah ada, dan memang asli bikinan Adek. Dipasanglah lampu ini dibawah atap, menyinari taman samping rumah. Baterainya disembunyikan di dalam rumah.

            Done. Jadi dan suka banget dengan karya ini. Apalagi kalau lampu ruangan digelapin, lampu mini dinyalain, berasa di desa yang suepiii…

Jumat, 13 Januari 2017

Tofu mix sawi

Lagi-lagi hidangan simpel dan cepat bikinnya. 
Memang itulah saya, suka yang simpel dan masak yang ga banyak cucian piringnya hehehe

Mudah dan gampang bahannya, apalagi masaknya.

Bahan :
- sawi
-tofu (tahu telur)
-garam, merica
-bawang bombay, bawang putih

Cara :
- Potong sawi sepanjang 1,5 cm
- Potong tofu menjadi 8 bagian dengan bentuk lingkaran.
- Goreng tofu, sisihkan
- Tumis bawang bombay dan bawang putih
- Masukkan sawi, garam, merica
- Masukkan tofu yang telah digoreng
- Tunggu sebentar, aduk sesekali hingga cukup matang namun sayur tetap hijau segar warnanya.
- Sajikan




Sambel Terasi

Sambel adalah menu yang bisa membangkitkan selera makan. Rasa pedasnya yang dipadukan dengan berbagai variasi bahan lain, seperti bawang merah, terasi, tomat, bahkan minyak sayur dan gula membuatnya tampil dengan berbagai gaya dan variasi rasa.

Cabe sendiri adalah sumber vitamin C yang  tinggi. Pengolahan sambel berbahan cabe ini juga tergolong simpel namun butuh ketelatenan dalam mengulegnya, karena akan beda rasanya jika diuleg menggunakan alat elektronik.

Berikut adalah resep sambel terasi ala aku, yang simpel dan  cepat bikinnya.

Bahan :
cabe merah keriting
Terasi
bawang merah
garam
gula merah

Cara membuat :
1. Bakar bawang merah dan terasi.
2. Potong-potong cabe merah keriting
3. Uleg garam, cabe merah keriting dan bawang merah bakar
4. Setelah halus masukkan gula merah dan terasi. Uleg kembali
5. Sajikan



Jumat, 06 Januari 2017

PROMO KURSUS SULAM PITA JANUARI 2017

Menyulam pita itu sebenarnya seru, mengapa?

Karena pengerjaan relatif lebih cepat , apalagi dengan pita besar, terus variasi semakin banyak jika ukuran pita dan tekanan saat membuat berbeda.

Belajarnya lamakah?
kalau ini, tergantung kemauan tapi yang jelas, kursusnya cukup singkat tinggal nanti dikembangkan sendiri.

Nikiapik, ngadain promo kursus sulam pita lhooohhh..

Untuk bulan Januari 2017, 5 ORANG, GRATIS 1 ORANG 

Ga kepo?
More info dan pendaftaran
Ari WA 0812 1010 1185


Bros Kancing

Bros merupakan aksesories yang digunakan untuk merapikan busana dan hijab. Banyak nian bentuk yang beredar di masyarakat. Tokoneari mencoba menawarkan bros kancing, bros berbahan kain katun yang dibuat bulat dan mengedepankan kesederhanaan. 

Bros kancing selain nyaman dipakai sehari-hari, bisa pula untuk souvenir berbagai event. Untuk souvenir pernikahan misalnya, sebagai gift bagi relasi atau konsumen.

Harganya murmer, Rp. 5.000 per pc. And get the discount untuk pemesanan besar  Diameternya kurleb 4,5 cm






Kamis, 05 Januari 2017

Pesona Pantai Krakal.





            Liburan akhir tahun ini, aku lewatkan untuk mudik ke kampung halaman. Solo, sebuah kita di Jawa Tengah yang kaya akan kulinernya yang enak, enak dan enak, tur murah, murah dan murah, apalagi kalau bisa mencari di lokasi mahasiswa. Solo juga kota yang dikelilingi oleh banyak pesona alam dengan jarak tempuh yang terbilang pendek dan mudah. Mengingat saya tinggal di Tangerang, dimana untuk menggapai pesona alam, membutuhkan energy yang lebih besar dan waktu yang lebih lama.



            Dari waktu seminggu yang dijadwalkan, awalnya belum ada jadwal yang pasti, karena memang belum tahu situasi disana, waktu luang saudara dan bagaimana memetakan kegiatan. Jadi ya dijalani aja dulu, berangkat dulu dengan memilih armada bus karena lebih praktis menurutku walau cukup lama. 

            Ternyata destinasi pertama liburan ini adalah Pantai Krakal. Lokasinya di Gunung Kidul, Yogyakarta, tepatnya di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Tanjungsari. Pertimbangan pemilihan lokasi adalah ingin melihat ikan-ikan laut yang terjebak di karang. Untuk itu, kami sengaja berangkat sepagi mungkin agar tidak melepas moment unik tersebut.



            Perjalanan darat ditempuh cukup lancar, karena memang masih pagi dan info yang didapat, menjelang siang memang lalu lintas menuju Pantai Krakal cukup padat. Jalan yang dilalui dari Jalan Gedong Kuning (rumah kakak) hingga ke Pantai Krakal juga patut diacungi jempol, terawat dan cukup lebar. 

Sembari menempuh perjalanan, aku amati sekeliling. Sempat terlintas berita-berita bahwa Gunung Kidul adalah daerah yang perlu dibantu, tapi aku melihatnya justru kebalikannya. Gunung Kidul dikarunia kesuburan dan keindahan alam yang subhanallah. Pohon-pohon begitu banyak, hijau, segar, pemandangan sangat indah dan aku masih membayangkan deretan pantai yang akan dikunjungi. Deretan pantai?? Iyaa.. ada banyak pilihan pantai dengan karakternya masing-masing yang spesifik.

Sekitar 2 jam, sampailah kita ke gerbang masuk ke area pantai. Tiket yang dipatok cukup terjangkau untuk turis domestic macam kami, Rp. 10.000 per orang. Lalu, kami melaju lagi sambil membaca arah panah penunjuk lokasi pantai yang macam-macam. Ada pantai Indrayanti, Pantai Drini, Pantai Sepanjang, yang cukup membuat bingung bagi aku yang baru ke lokasi ini, Alhamdulillah, ibu yang kerap pergi piknik dengan teman senam cukup menguasai lokasi. Jadinya ga perlu repot mencari info di internet yang memang untuk providerku, ga bisa ketangkap.



Seperti rencana semula, kami ke Pantai Krakal. Masuk ke lokasinya, membayar parkir mobil saja, lalu memilih tempat parkir yang sesuai. Kami memarkir mobil mendekati tikar yang dihamparkan sekitar 15 meter dari bibir pantai. Dibawah rindangan pohon pandan-pandanan. Cukuplah untuk 13 orang peserta. Tikar ini disewakan, Rp. 20.000 untuk sekali pakai. 


Baru turun dari mobil, masih bengong, terpana. Ternyata ga cuma cantik, tapi canteeeeekkkkk banget. Bersiiihhhhhhh dan asliiiiiiiiiiiiii. Dan satu pertanyaan buat diri, “Kemana aja aku selama ini? Kok ga tau tempat secantik ini?. Ngakunya orang Jawa, hehehe.” 

Eksplore dulu sambil duduk di tikar. Lihat sekeliling, tengok kanan, ada daratan mirip Tanah Lot di Bali namun dengan ukuran lebih kecil. Tengok ke kiri, ada karang besar pula, nampaknya dua karang besar ini sebagai pembatas bagi Pantai Krakal. Dan ada pos penjaga pantai pula di kejauhan. 

Masih belum menyentuh pasirnya karena niatnya memang mau gaya-gayaan ga kena air. Maunya bagian futu-futu aja. Jadi masih lihat-lihat diatas tikar sambil cekrek-cekrek. Gambar didapat masih berbalut siluet tapi keren juga, ditambah mendung yang bersahabat sehingga tidak terlampau panas.

Selepas sarapan ala piknik di atas tikar, aku pun mulai turun ke pantai. Pasirnya pasir putih, sehingga bersih dan lebih mudah membersihkan jika terkena pakaian. 

Perkiraan kami, pantai dalam kondisi surut, sehingga terlihat karang berbalut lumut hingga beberapa meter ke arah laut. Jadinya kebayang deh lihat nemo dan teman-temannya yang terjebak di karang. Tapi rupanya masih pasang, jadi karang hijau di bawah air mengintip-intip aja. Padahal sekitar 15 meter ke tengah, seorang nelayan berani berjalan ke arah laut untuk menebar jaring, ini kan artinya karangnya sampai sejauh itu.(Hope next trip yaa).

Tergoda oleh air, melihat anak, keponakan dan saudara yang bermain air laut. Melihat asyiknya mereka menyiapkan badan yang terhanyut oleh ombak dan bermain pasir sepuasnya. Hempasan ombak itu seakan mengingatkan bahwa kita sebagai manusia sangat ga berdaya tanpa pertolongan Allah.

Begitulah, waktu berlalu hingga tak terasa 4 jam bermain di pantai. Sebuah keriangan, keindahan, kebersamaan di negeri cantikku, Indonesia.