Flanel itu gampang dibuat
Flanel itu gampang didapat
Flanel itu ga mahal
Flanel itu gampang dibikin
Mungkin beberapa alasan itulah yang membuat kreasi flanel ini awet dan banyak penggemarnya. Salah satu bentuk yang legendaris adalah donut, Lucu aja sih dan bisa juga diaplikasikan untuk berbagai keperluan, seperti hiasan kulkas, pin chusion, gantungan kunci.
Caranya seperti apa? Coba simak
1. Buat pola donut menggunakan karton, lalu jiplak pada kain flanel warna putih atau krem. Tidak perlu diberi kampuh.
2. Satukan kedua kain tersebut menggunakan tusuk veston dengan menyisakan lubang sekitar 3 cm untuk mengisi dakron didalamnya
3. Masukkan dakron ke dalamnya
4. Tutup lubang tersebut, dengan menjahit tangan
5. Untuk toping, siapkan kain flanel warna pink dengan pola seperti foto dibawah lalu lem dengan lem tembak, bisa pula dengan lem uhu atau lem fox
6. Tempelkan ke donut
7. Untuk meses, potong serupa meses kecil-kecil dengan warna sesuai selera.
8. Tempelkan diatasnya... dan finish
Selamat mencoba...
Selamat datang... Blog ini isinya campur-campur yach.. ada kepenulisan, buku, craft, cooking, kid Kenapa begitu? Soalnya yang saya posting seputaran kehidupan ibu-ibu, jadi ya gini, campur-campur dech Moga bermanfaat dan membawa hikmah
Selasa, 27 Juni 2017
Bantal Leher
Bepergian ke sana ke mari dengan kendaraan dengan menempuh waktu yang panjang, tentunya membuat kita kecapekan dan akhirnya tertidur. Tidurnya rata-rata dengan posisi duduk. Dan kebayang, pegal-pegalnya leher dan terbenturnya kepala karena posisi tidur yang kurang nyaman.
Salah satu cara untuk meminimalkan hal ini, adalah dengan menggunakan bantal leher. Bantal berbentuk U yang empuk ini, cukup bermanfaat untuk perjalanan dan membuat leher lebih nyaman dan tidur lebih pulas.
Bisa sih, beli.. Banyak kok yang jual, start Rp. 25.000 hingga ratusan ribu rupiah. Dan motifnya pun macam-macam, tinggal memilih mana motif yang baik.
Kalau mau bikin sendiri? InsyaAllah mudah membuatnya, dan bagi orang awam pun, bisa....
Begini caranya : :
Bahan : kain velboa
dakron
Cara membuat :
1. Buat pola terlebih dahulu menggunakan kertas karton.
2. Lalu potong kain velboa sesuai pola dengan kampuh 2 cm. Buat 2 buah.
3. Jahit sesuai pola dengan menggabungkan 2 kain velboa tersebut.
4. Sisakan kurang lebih 6 cm (yang tidak dijahit), untuk memasukkan dakron ke dalamnya.
5. Balik kain hingga tampak bagian bagus.
6. Masukkan dakron dengan kepadatan sesuai selera.
7. Setelah penuh, jahit tangan pada lubang tadi,
8. Selesai
Motif bisa divariasikan, menggunakan kain rasfur atau dengan kain katun. Sesuai selera saja, ingin tekstur seperti apa yang diinginkan.
Salah satu cara untuk meminimalkan hal ini, adalah dengan menggunakan bantal leher. Bantal berbentuk U yang empuk ini, cukup bermanfaat untuk perjalanan dan membuat leher lebih nyaman dan tidur lebih pulas.
Bisa sih, beli.. Banyak kok yang jual, start Rp. 25.000 hingga ratusan ribu rupiah. Dan motifnya pun macam-macam, tinggal memilih mana motif yang baik.
Kalau mau bikin sendiri? InsyaAllah mudah membuatnya, dan bagi orang awam pun, bisa....
Begini caranya : :
Bahan : kain velboa
dakron
Cara membuat :
1. Buat pola terlebih dahulu menggunakan kertas karton.
2. Lalu potong kain velboa sesuai pola dengan kampuh 2 cm. Buat 2 buah.
3. Jahit sesuai pola dengan menggabungkan 2 kain velboa tersebut.
4. Sisakan kurang lebih 6 cm (yang tidak dijahit), untuk memasukkan dakron ke dalamnya.
5. Balik kain hingga tampak bagian bagus.
6. Masukkan dakron dengan kepadatan sesuai selera.
7. Setelah penuh, jahit tangan pada lubang tadi,
8. Selesai
Motif bisa divariasikan, menggunakan kain rasfur atau dengan kain katun. Sesuai selera saja, ingin tekstur seperti apa yang diinginkan.
Tentang Jarum
Pernah ga bund, ketika menjahit bahan velboa atau bahan kaos, tapi jarumnya loncat-loncat dan jahitan jadi tidak rapi? Berbagai cara akan dilakukan untuk membuat jahitan rapi, dengan menggunting koran atau dengan cara yang lain.
Cukup menguras energi dan waktu.
Sewaktu berjalan-jalan ke tanah abang blok f2, di sebuah toko alat jahit, disarankan untuk memakai jarum jepang. Langsung tertarik dan okelah beli 2 size yang gedhe sekalian, mengingat suka keki kalau jahit bahan tebal tapi ga nandes.
Selang beberapa waktu, dicoba dan...
alhamdulillah, sesuai yang diinginkan.. ga loncat-loncat lagi.. rapiii..
Try dech,,,
Cukup menguras energi dan waktu.
Sewaktu berjalan-jalan ke tanah abang blok f2, di sebuah toko alat jahit, disarankan untuk memakai jarum jepang. Langsung tertarik dan okelah beli 2 size yang gedhe sekalian, mengingat suka keki kalau jahit bahan tebal tapi ga nandes.
Selang beberapa waktu, dicoba dan...
alhamdulillah, sesuai yang diinginkan.. ga loncat-loncat lagi.. rapiii..
Try dech,,,
Minggu, 26 Maret 2017
Ga Jago Ngedit tapi Mau Irit
Desain grafis adalah
sesuatu yang sudah menjadi kebutuhan dalam era kini. Dimana banyak media online
dan offline yang membutuhkan proses tersebut agar dapat menyampaikan pesan
untuk target marketnya. Kemampuan tersebut bisa dibilang gampang-gampang susah karena
memang melibatkan seni dan keterampilan serta jam terbang. Bisa jadi yang sudah
ikut kursus, tidak bisa mahir karena kurang berlatih atau mentok ketika mencoba
dan ujung-ujungnya ditinggalkan.
Saya termasuk
yang tidak terlalu jago dalam bidang desain grafis tapi ingin banget bisa,
penasaran banget dengan dunia ini. Dari banyak cara untuk menghadirkan tampilan
desain yang cantik seperti adobe illustrator, corel draw, photoshop, semuanya
saya hanya bisa membuka di awal dan basicnya, selanjutnya bisa ditebak.
Tapi saya ngotot
pengen bisa, walau ga canggih setidaknya ketika online bisa bikin flier
sendiri, bisa bikin kata-kata ber-back ground cantik. Ya sudahlah, saya mulai
menekuni power point saja. Awalnya memang masih sederhana, karena kurangnya
keberanian dan kenekatan dalam mencoba. Lama-lama setelah belajar dari tutorial
di youtube, mulai bisa bervariasi. Bereslah urusan flier untuk dunia online.
Terus step
selanjutnya, gayanya mendesain sendiri karena ingin irit biar ga bayar ongkos
desain. Waktu itu mau nge-prit di art carton yang selembar 10.000 dalam jumlah
sedikit. Rugi dong kalau kena charge jasa desain 30.000 hehehe. Nekat lah bawa
hasil desain ke printing. Dan hasilnya burem. Karena memang belum bisa nge-save
dengan benar dan ga paham ukuran. Tapi saat itu, pegawainya bilang, kalau ada
aslinya di power point, masih bisa tertolong. Ya sudahlah, karena memburu waktu
maka burem-burem jadilah.
Kalimat pegawai
tadi, ternyata mengendap di memoriku. Kunjungan selanjutnya dengan hajat yang
sama mau cetak voucher dan mau irit, aku nge-desain sendiri dengan power point.
Tapi kali ini bawa netbook sekalian. Pikirku, semua data foto-foto ada disitu
dan masih asli desainnya, jadi semoga tertolonglah misiku.
Wow,
subhanallah, berhasil. Mas pegawai ngesave dari netbookku pakai usb dan
dipindahin ke komputernya. Masih bisa dipreteli dan diutak atik ornamennya.
(Maaf kalau istilahnya ga kece, maklumlah emak-emak). Missi sukses.
Pengalaman
selanjutnya, ketika pesan brosur online. Lagi-lagi pihak printing bilang kalau
desain sederhana bisa free ongkos desain. Jadi tantangan dech. Ya udah, saya
akan bikin desain sederhana untuk contoh, pakai power point lagi dong. Lalu
tinggal kirim fotonya ke printing. Hal ini sekaligus memudahkan komunikasi
dalam membuat desain. Jadi lebih enak untuk kedua belah pihak. Dan oleh pihak
printing, tentunya desainku ga dipakai tapi mereka membuat desain baru sesuai
standar tapi dengan contoh desainku. Beberapa kali revisi kecil dilakukan dan
akhirnya, jadilah brosur syantikkk nikiapik.com.
Jumat, 24 Februari 2017
Hoop Art Edisi Rose
Ketika ruangan di rumah menjadi lebih cantik karena penataan seperti yang diinginkan, tentunya akan membuat semakin betah di rumah.Ada banyak cara untuk menata dan mempercantik ruang, diantaranya dengan memasang hoop art di dinding.
Hoop art adalah sebuah karya seni menggunakan pemidangan sebagai figuranya. Hoop art bisa dengan menghadirkan sulam pita, sulam benang, aplikasi katun atau jenis karya seni lainnya. Dengan hoop art, maka akan bisa langsung ditempel di dinding pada paku ukuran kecil, jadi tidak perlu mengeluarkan budget lagi untuk membeli figura.
Sulam pita adalah bentuk karya seni yang saya pilih untuk hoop art. Liukan pitanya menimbulkan pesona tersendiri. Mawar saya pilih karena masih mewakili kemewahan bentuk. Serasa lebih memberi pesona dan hmm.. susah juga ya untuk mengatakannya.
Sudah lama saya ingin mewujudkannya, dari awal mencoba sulam pita besar beberapa tahun lalu. Nampaknya memang baru kali ini bisa terwujud, karena memerlukan waktu untuk melemaskan jari di bidang sulam pita.
Hope u like it.
Hoop art adalah sebuah karya seni menggunakan pemidangan sebagai figuranya. Hoop art bisa dengan menghadirkan sulam pita, sulam benang, aplikasi katun atau jenis karya seni lainnya. Dengan hoop art, maka akan bisa langsung ditempel di dinding pada paku ukuran kecil, jadi tidak perlu mengeluarkan budget lagi untuk membeli figura.
Sulam pita adalah bentuk karya seni yang saya pilih untuk hoop art. Liukan pitanya menimbulkan pesona tersendiri. Mawar saya pilih karena masih mewakili kemewahan bentuk. Serasa lebih memberi pesona dan hmm.. susah juga ya untuk mengatakannya.
Sudah lama saya ingin mewujudkannya, dari awal mencoba sulam pita besar beberapa tahun lalu. Nampaknya memang baru kali ini bisa terwujud, karena memerlukan waktu untuk melemaskan jari di bidang sulam pita.
Hope u like it.
Jumat, 10 Februari 2017
KOPDAR SEBAGAI ME TIME PARA IBU
Tugas ibu yang utama adalah focus
pada menjaga bentengnya dan keluarga
yang ada didalamnya. Rutinitas seperti mengasuh anak, memasak, membersihkan
rumah adalah hal rutin dilakukan. Bagi yang berprofesi sebagai wanita karier
pun, tetap memiliki tugas yang sama hanya saja, akan didelegasikan pada
asistennya.
Rutinitas rumah tangga memang hal
yang terkadang memerangkap para ibu, karena melakukan hal yang sama dan
diulang-ulang. Beberapa ibu akan merasakan kejenuhan apalagi jika ada potensi
dirinya yang tidak tersalurkan. Untuk menghilangkan kejenuhan itu, membutuhkan
me time.
Kopdar atau kopi darat adalah sebuah
event yang dikonsep untuk mempertemukan para ibu agar dapat saling mengenal,
berbagi manfaat dan belajar hal baru. Dengan demikian apa yang ada dalam
benaknya, potensinya dan keinginannya akan dapat dikeluarkan seiring dengan
mencairnya suasana dan tema yang sesuai.
IIDB dan IIDN, sebagai komunitas
yang beranggotakan para ibu, kini dinaungi oleh komunitas Emak Pintar, pada
tanggal 5 Februari 2017 mengadakan kopdar. Tema yang diusung adalah menulis
artikel dari nol, yang dibawakan oleh Ari Kurnia. Kopdar ini berlokasi di Bakso
D Boss, Jalan Maulana Yusuf no 17, Tangerang. Alasan pemilihan lokasi adalah
lokasi yang mudah dijangkau dari berbagai arah sehingga diharapkan para peserta
tidak mengalami kesulitan menuju tempat kopdar. Disamping itu, tersedia meeting
room yang memadai untuk kopdar bermateri menulis seperti ini.
Acara berlangsung dari jam 1 siang
hingga jam 4 sore. Materi dasar yang disampaikan dengan gaya sharing serta komunikasi
dua arah cukup menghidupkan suasana dan membangun keingin tahuan peserta, serta
membangunkan peserta bahwa mereka pada dasarnya bisa menulis artikel dan betapa
banyak pengalaman peserta yang bisa dijadikan bahan artikel.
Dua lembar kertas yang memancing
peserta untuk menulis pun menjadi bagian dari kopdar ini. Suasananya
benar-benar khusuk, berkonsentrasi, mengingatkan jaman ujian di sekolah. Dan
hasilnya dapat terbaca bagaimana mereka sebenarnya, potensi apa yang terpendam
dan apa yang diimpikan.
Dalam kopdar tersebut, terbersit
keinginan peserta untuk membuat buku bersama. Semoga dimudahkan.
TAMAN SAMPING RUMAH
Taman
samping rumah ini begitu berkesan buat saya, kenapa? Karena taman ini
kolaborasi dengan buah hati.
Siang
itu, Adek pulang membawa PR keterampilan tangan yang masih setengah jadi.
Sebuah rumah dari kardus bekas yang telah di cat dan ditempel dengan kertas
origami. Disamping rumah terdapat halaman yang cukup luas dan lingkaran
berwarna biru yang katanya adalah kolam ikan.
Wuih,
sang mama senang sekali melihatnya. Girang. Karena bakal dapat mainan dan
berkreasi dengan anak. Tapi saya tidak ingin turut campur dalam pembuatannya,
sekedar memberi saran.
Tahap awal, Adek membuat pagar yang
mengelilingi rumah. Pagar ini dari sumpit kayu yang dibelah menggunakan pisau
dan dipatahkan. Disusun menyerupai pagar dengan menggunakan lem tembak.
Selanjutnya memikirkan bagaimana
membuat taman. Mikir dan mikir.. Aha.. keingatan punya akuarium kosong yang ada
batu-batuan dan tanaman plastic. Dipasanglah tanaman plastic dan batu-batuan
tersebut untuk kolam dan jalan setapak.
Terus, apa lagi ya?
Keidean untuk memberinya lampu.
Lampu ini memang sudah ada, dan memang asli bikinan Adek. Dipasanglah lampu
ini dibawah atap, menyinari taman samping rumah. Baterainya disembunyikan di
dalam rumah.
Langganan:
Postingan (Atom)




















