Selamat datang... Blog ini isinya campur-campur yach.. ada kepenulisan, buku, craft, cooking, kid Kenapa begitu? Soalnya yang saya posting seputaran kehidupan ibu-ibu, jadi ya gini, campur-campur dech Moga bermanfaat dan membawa hikmah
Sabtu, 03 September 2016
PUDING COKLAT 3 DIMENSI
Kalau yang ini, kreasi lain dari puding 3 dimensi. Serupa dengan tiramisu, hanya beda rasa dan beda warna. Tantangannya ada pada bentuknya yang setelah bulat, jadi hampir ngglondor bunga anthuriumnya. Cara ngakalinnya, tusuk aja pakai tusuk gigi, kalau sudah beku, tinggal dicabut tusuk giginya.
Selamat mencoba.
Selamat mencoba.
![]() |
| Lelehan nutrijel plain, membuat kesan lebih melty |
![]() |
| Dua warna puding, akan memberi kesan yang berbeda. |
Rabu, 06 Juli 2016
Berapa Lama Terbitnya Sebuah Buku ?
Deg-degan
ketika memasuki sebuah toko buku, melangkah dengan semangat campur malu-malu
dan sebungkah harapan, menuju pada rak dimana buku yang ditulis berada dalam
penggolongannya. Sambil melirik ke jejeran buku new realese, siapa tahu ikut
berjejer disitu.
Hal
ini bisa saja dialami oleh salah seorang penulis ketika bukunya dikabarkan
terbit dan sudah terpajang di rak buku, terutama toko buku berskala nasional,
seperti Gramedia. Apalagi sesaat sebelumnya telah mengintip pada layar komputer
di toko buku tersebut dan telah mendapati namanya dan judul bukunya tertera
disana. Namun saat itu buku belum tersedia, bahkan royalty pun terkadang sudah
diterima walau bukti terbit belum diterima.
Berapakah
jarak antara selesainya naskah hingga terbit sebagai sebuah buku?
Pertanyaan
ini tidak bisa dijawab dengan satu atau dua kata, karena banyak sekali factor yang
mempengaruhinya, diantaranya adalah :
| Pembelian secara online melalui gramedia.com |
1. Kualitas
naskah
Naskah yang dihasilkan
oleh seorang penulis memiliki kualitas yang berbeda-beda. Dari gaya bahasa,
kerapian dalam pengetikannya, tema yang diusung, isi serta data dan fakta.
Semua itu tergantung kembali dari “apa” yang ditulis, karya fiksi ataukah non
fiksi.
Jika kualitas
naskah masih perlu banyak perbaikan, maka proses editing dan revisi akan
berpengaruh.
2. Proses
revisi
Proses revisi
biasanya terjadi beberapa kali atau bahkan tidak ada proses revisi sama sekali
jika memang kualitas naskah sudah sesuai antara keinginan penerbit dan penulis.
Revisi pada dasarnya akan lebih mudah jika penulisnya adalah tunggal atau solo
namun akan memakan waktu cukup panjang jika ditulis secara
bersama-sama/antologi. Karena walau bagaimana pun, naskah tersebut akan
dikembalikan dahulu kepada penulisnya masing-masing. Dan perlu waktu lagi untuk
mengeceknya. Pada buku antologi, pada umumnya ada satu coordinator yang akan
mengumpulkan, menyusun, mengedit dan menyelaraskan naskah para kontributornya.
![]() | |
| Salah satu karya kontributor storycake Kekuatan Doa |
3. Kesibukan
penerbit
Setiap penerbit
memiliki kesibukan dan jam terbit buku yang berbeda. Jika antrian panjang, maka
penulis hendaknya bersabar, bagaimanapun buku yang diterbitkan apalagi oleh
penerbit yang berkualitas maka akan lebih detail. Sementara karyawan mereka
juga terbatas.
4. Timing
yang tepat
Penerbit memiliki
pertimbangan tersendiri tentang kapan buku akan diterbitkan, pada umumnya akan
memperhatikan moment yang tepat. Seperti storycake for your life : Kekuatan
Doa, yang diterbitkan pada bulan ramadhan 1437 H. Moment yang dipilih karena
bulan suci ini memang saat yang tepat untuk lebih mendekatkan diri pada Sang
Pencipta yang Maha Pengabul Doa.
![]() | |
| Storycake Kekuatan Doa dan Mompreneur, berbeda dalam lama penerbitan |
Lalu,
berapa rata-rata waktu untuk menerbitkan buku?
Hmm.. bisa 6 bulan, bisa 1 tahun,
bisa 2 tahun, bisa 3 tahun… ada yang punya pengalaman lain? Bahkan buku solo
saya yang perkiraan akan terbit menjadi buku ke-2, ternyata menjadi buku solo
ke-5. Jadi, untuk waktu terbit, perlu kesabaran ekstra dan kepercayaan tinggi
pada penerbit. Untuk itu, pintar-pintarlah dalam memilih penerbit, agar kita
aman dan nyaman menitipkan naskah.
Label:
ari,
ari kurnia,
buku,
cat,
craft,
decoupage,
gramedia,
handicraft,
IIDB,
IIDN,
kekuatan doa,
penerbit,
pita,
storycake,
sulam,
sulam pita,
terbit,
tutorial,
ukm
Kamis, 30 Juni 2016
Bermain dengan katun
Katun merupakan jenis katun yang kini kian menarik. Motif dan keademan bahannya cukup menyita perhatian. Salah satu benda yang bisa dibuat dari bahan katun adalah dompet behel. Dompet behel memiliki pesona tersendiri. Behelnya mampu membuat perhatian khusus saat kita memandangnya.Dengan menggunakan behel maka tidak harus menggunakan ritsleting lagi karena behel ini cukup kokoh untuk menutup dompet. Dan yang penting adalah praktis karena menggunakan satu langkah mudah, klik, untuk membuka dan menutupnya.

Paduan dari 2 warna katun dan dibubuhi renda rajut, cukup memberi warna tersendiri.
Beberapa dompet behel katun sudah sempat aku buat. Dan aku sukaaa dengan dompet-dompet ini. Hope u like it too
see more at nikiapik.com
Tempat pensil Alita
Setiap rumah, rasanya nyaris membutuhkan alat tulis yang berupa pensil, spidol atau pun bolpoint untuk menorehkan tulisan. Lama-lama alat tulis tersebut akan banyak dan menumpuk. Untuk itu perlu tempat pensil yang kokoh untuk meletakkannya di atas meja. Tentu saja akan lebih baik jika wujudnya manis sehingga bisa membantu mempermanis ruang.Salah satu aplikasi dari sulam pita adalah tempat pensil. Berbentuk tabung yang dibalut bahan jeans dan telah disulam menggunakan pita. temanya yang naif rasanya masih up to date.

Untuk melihat koleksi sulam pita lainnya, silakan kunjungi nikiapik.com
Ya… ini buku antologi
Buku antologi
merupakan buku yang ditulis oleh beberapa penulis. Buku storyake Kekuatan Do’a
ini misalnya, ditulis oleh 24 penulis dengan menghadirkan 25 kisah nyata baik
itu diambil dari pengalaman penulis sendiri, pengalaman keluarga atau pun pengalaman
rekannya.
Beberapa
tahun yang lalu, kurang lebih 6 hingga 4 tahun yang lalu, buku antologi sempat
booming. Karena jenis buku ini merupakan jembatan manis untuk para penulis yang
ingin menerbitkan buku. Dengan mengikutkan satu kisahnya yang berkisar 3
hingga 7 lembar, maka dirinya telah memiliki sebuah buku. Kisahnya telah
terukir dan tersimpan dalam buku dimana kelak anak cucunya bisa saja menjadikan
buku ini sebagai sejarah keluarga.
Saya
pun mengawali karier menulis dengan berperan dalam buku antologi. Bagi saya
yang 6 tahun yang lalu baru berani menulis, membuat kisah antologi yang 3
lembar bisa memakan waktu hingga 3 minggu. Hingga akhirnya ketagihan karena
kisah saya akhirnya lolos berbagai lomba dan berbuah berbagai buku antologi.
Tidak
sulit sebenarnya menuliskan kisahnya, karena seperti menulis di buku harian.
Sudut pandang yang digunakan adalah AKU. Sehingga menuliskannya akan lebih
mengalir apalagi jika itu kisahnya sendiri , tinggal menggali memori dan
menghadirkan rasa, maka tangan seakan jalan sendiri. Jika itu diambil dari
kisah orang lain, maka berusahalah untuk menghadirkan rasa dari nara sumber
tersebut. Hanyutkan diri dan rasakan jika Anda berada di posisinya.Senin, 27 Juni 2016
Storycake for Yourlife : Kekuatan Do’a
Buku antologi yang memuat 25
kisah nyata yang ditulis oleh 24 kontributor dapat dijadikan bacaan bagi jiwa.
Buku ini insyaAllah dapat menyadarkan manusia bahwa dalam suka duka kehidupan
di dunia, dalam kesedihan dan kegundahan, berbekal untaian doa, ketakwaan,
ikhtiar maka Allah akan memberikan jawaban.
Sebuah jawaban yang terkadang
bagi manusia tidak seperti yang dikehendaki namun bagi Allah, itu adalah
jawaban yang terbaik bagi manusia. Karena kasih sayang Allah dan Allah Maha
Mengetahui kebutuhan hambanya.
Kisah yang dipilih dari seleksi
yang ketat, dari 65 peserta hingga akhirnya terpilih 24 penulis dan 25 kisah
nyata, serta melewati proses editing yang panjang. Dimana proses penerbitan
sendiri dari audisi, memakan waktu hampir 3 tahun.
Kekuatan Doa adalah buku
terbitan Gramedia, penerbit nasional yang telah berusia cukup senior. Sehingga
perlu banyak sekali saringan kualitas dalam menembusnya. Namun, hasil akhir dan
pemilihan timing yang tepat, yaitu saat bulan Ramadhan dalam peluncuran, cukup
membuat para kontributor, cukup puas dan terkaget-kaget. Karena memang sebuah
kejutan setelah sekian tahun menunggu dalam harap-harap cemas.
Semoga buku ini dapat menambah
inspirasi, membantu memahami kehidupan dan semakin yakin bahwa di atas sana ada
Allah yang senantiasa mendengar doa-doa hambanya, menjaganya dan memeliharanya.
Langganan:
Postingan (Atom)






