Senin, 27 Juni 2016

Storycake for Yourlife : Kekuatan Do’a



          

                Buku antologi yang memuat 25 kisah nyata yang ditulis oleh 24 kontributor dapat dijadikan bacaan bagi jiwa. Buku ini insyaAllah dapat menyadarkan manusia bahwa dalam suka duka kehidupan di dunia, dalam kesedihan dan kegundahan, berbekal untaian doa, ketakwaan, ikhtiar maka Allah akan memberikan jawaban.


                Sebuah jawaban yang terkadang bagi manusia tidak seperti yang dikehendaki namun bagi Allah, itu adalah jawaban yang terbaik bagi manusia. Karena kasih sayang Allah dan Allah Maha Mengetahui kebutuhan hambanya. 


                Kisah yang dipilih dari seleksi yang ketat, dari 65 peserta hingga akhirnya terpilih 24 penulis dan 25 kisah nyata, serta melewati proses editing yang panjang. Dimana proses penerbitan sendiri dari audisi, memakan waktu hampir 3 tahun.


                Kekuatan Doa adalah buku terbitan Gramedia, penerbit nasional yang telah berusia cukup senior. Sehingga perlu banyak sekali saringan kualitas dalam menembusnya. Namun, hasil akhir dan pemilihan timing yang tepat, yaitu saat bulan Ramadhan dalam peluncuran, cukup membuat para kontributor, cukup puas dan terkaget-kaget. Karena memang sebuah kejutan setelah sekian tahun menunggu dalam harap-harap cemas.



                Semoga buku ini dapat menambah inspirasi, membantu memahami kehidupan dan semakin yakin bahwa di atas sana ada Allah yang senantiasa mendengar doa-doa hambanya, menjaganya dan memeliharanya.

Jumat, 27 Mei 2016

Manfaatkan VCD Bekas




Beberapa tahun yang lalu, booming vcd. Hingga tumpukan vcd  yang sudah tergores memenuhi sudut rumah. Well, mau dibuang sayang karena penampakannya yang kokoh dan bulat. Mirip-mirip 
sarangan bros. 

Utik punya utik, dimatch-kan dengan sulam pita. Big roses, jadilah hiasan dinding syar'ie. Aman jika digantung di dinding rumah.

Bahan yang diperlukan juga tersedia cukup mudah , diantaranya :
1. VCD bekas
2. Pita
3. Bahan jeans
4. Tali kur
5. Lem UHU

Beberapa varias bunga bisa dimainkan karena spacenya cukup luas. Size dan warna serta teknik akan mempengaruhi hasil akhir.

Before - After Dompet Behel

Untuk membuat dompet behel, perlu dibayangkan dulu bentuk jadi. Dan hal ini sebenarnya berlaku untuk berbagai bidang ilmu dan keterampilan serta seni. MEMBAYANGKAN BENTUK JADI. Mengapa? Karena dengan membayangkan bentuk jadi maka akan terbayang step by step-nya. Yang meliputi bahan, alat, cara pengerjaan, biaya dan waktu yang diperlukan.

Dompet behel yang merupakan salah satu request teman kuliah yang sekarang stay di Bogor, masih menggunakan bahan katun yang dipadukan dengan renda kait. Behel yang diinginkan berbentuk setengah kotak. Sengaja dibuat agak besar agar muat handphone.
before 

after 

TAS BEHEL PERTAMA







                Penasaran dengan tas behel dari katun. Akhirnya dieksekusi juga kain dan behel yang sudah lama tersimpan dan melambai-lambai (nyaris satu tahun tersimpan, hehehe). 

Tas ini cukup mudah dibuat karena berbahan katun, maklumlah mesin jahitku Singer 974 yang tidak bisa menjahit dengan bahan yang tebal. Jadi ya… cukup puas bermain dengan bahan katun.

                Cara membuat tidak jauh berbeda dengan dompet behel, hanya saja ukurannya lebih besar. Tinggal menggunting pola, menggunting kain, menempelkan kain keras, menjahit kain lalu dipasangkan ke behel. 

                Suka banget dengan behel yang dijahit ini, karena lebih “lucu”, nyeni dan bisa ganti model jika kain sudah usang atau bosan dengan modelnya. 

Selanjutnya memasang handle tas. Tidak terlampau panjang tali karena memang jenis hand bag.

                Penasaran terbayar, Alhamdulillah.

Untuk tas, memang sebaiknya model sederhana agar muslimah tidak mencolok. Yang penting adalah manfaat dari barang tersebut, jangan sampai menarik perhatian sehingga membuat diri tidak nyaman pula.

BAKSO HALAL d’ BOSS





                Bakso adalah makanan yang banyak disuka oleh konsumen. Apalagi bagi yang sedang enggan makan nasi namun ingin cukup kenyang, segar, pedas dan berasa. Namun terkadang ada rasa was-was untuk menyantap bakso karena banyaknya isu yang beredar, seperti bakso bercampur daging haram (babi, celeng, tikus, anjing), bakso yang berformalin dan berbagai bahan berbahaya lainnya.


                Namun tidak semua bakso membuat penyantapnya galau. Bakso d’ Boss salah satu bakso yang tidak membuat galau. Karena bakso ini bersertifikat halal. Lokasinya ada di Jalan Maulana Yusuf, kurang lebih 500 meter sebelum UNIS Tangerang.



                Bakso ini penyajiannya cukup menarik, rasanya tidak terlalu eneg (menurut aku hehehe), dagingnya pun terlihat serat-seratnya. Namun (terutama bakso uratnya) masih bisa dikunyah tanpa menyiksa. Kalau ini menurut pendapat anak saya yang agak riwil kalau ketemu bakso urat. Menurutnya bakso uratnya bersahabat hehehe..


                Tempatnya yang bersih dan bernuansa kuning dan pelayanan yang ramah cukup membuat kerasan. Apalagi dengan minuman bergelas jumbo namun harga normal. Membuat ga pesen dua kali untuk minuman, mengingat si sulung suka kehabisan minum saat menyantap makanan.

                 
Rumah makan ini berlantai dua. Di lantai atas tersedia meeting room yang disewakan per jam. Dilengkapi dengan AC, Over Head Proyektor, Sound system, meja kursi yang bisa memuat hingga 30 orang.

 Di sebelah ruang meeting terdapat mushola. Sehingga tidak perlu bingung mencari tempat sholat jika sudah waktunya.
Pemandangan dari lantai 2 cukup membuka wacana tentang sisi kota Tangerang. Deretan rumah dan jalan raya terlihat cukup menguatkan kesan ke-Tangerang-an kota ini.

Well, selamat memilih makanan yang halal dan thoyib.

               

               

Kamis, 26 Mei 2016

SULAM LUKIS




                Sulam pita sangat fleksibel untuk diaplikasikan. Salah satunya pada lukisan. Memang tidak 100% terbuat dari sulam pita, namun dengan adanya sulam pita maka lukisan akan berkesan 3 dimensi dan lebih hidup.


                Untuk pemula, ada baiknya mulai menyulam pada bidang yang tidak terlalu luas. Karena waktu yang diperlukan cukup lama, memerlukan beberapa teknik dalam pengaplikasiannya dan perlu stok sabar dan telaten untuk menyelesaikannya.


                Proyek pertama, aku pilih lukisan berlatar belakang pemandangan. Dengan begitu akan banyak aplikasi sulam bertema bunga dan daun di situ.


                Bahan yang diperlukan :

1.       Lukisan berbahan kain (blacu)

2.       Aneka ukuran pita

3.       Jarum sulam

4.       Gunting

5.       Pemidangan


Beberapa teknik yang digunakan diantaranya adalah

1.       French knot

2.       Spider rose

3.       Tusuk lurus (straight stich)

4.       Tusuk tangkai (outline stich)

5.       Tusuk rantai (lazy daisy stich)

6.       Tusuk pita

7.       Tusuk susun daun



Selanjutnya… menyulam.. pelan-pelan karena sulam pita tidak bisa terburu-buru. Akan berpengaruh pada hasil akhir, walau pun alat dan bahan sama namun jika menyulam tidak dalam kondisi tenang dan senang maka hasil akan berbeda. Bunga yang dihasilkan akan berkesan layu dan kurang hidup.

Mimpi itu....

Tak terasa... Waktu mengalir dengan cepat. Mimpi yang dulu aku rangkai, mulai menampakkan wujudnya dengan nyata. Jika awal terjun ke dunia menulis aku masihlah seorang balita yang merangkak, mengikuti lomba-lomba yang bertebaran di facebook. Dan berjingkrak layaknya anak kecil jika menang. Kemudian aku bermimpi memiliki beberapa buku antologi dan buku-buku solo dalam satu tahun. And alhamdulilah, karena kebesaran Allah semata, semua mimpi itu terwujud.

Buku Bisnis Rumahan untuk Para Ibu adalah buku solo pertamaku. Diterbitkan oleh penerbit mayor, Gramedia Pustaka Utama. Alhamdulilah, mendapat respon positif dari pasar. Menduduki posisi laris di beberapa Gramedia. Diantaranya adalah Gramedia Matraman, Jakarta.

Buku antologiku mulai bertebaran, Happy Mom (terbitan elex media) dan Ya Allah, Beri Aku Satu Saja (terbitan Qultum Media).

Sedangkan antologi yang lain adalah Cobek Digital Emak, Kacamata Pengantin, Senandung Hati yang Karatan.

Beberapa tulisanku pun mulai bermunculan di media nasional, salah satunya di Majalah Potret. Majalah inspirasional dari Aceh.

Semoga semua ini akan selalu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.